Sekilas Tentang Festival Siti Nurbaya 2016

Sibaya

Festival Siti Nurbaya akan dilaksanakan lagi di tahun 2016 pada tanggal 7 hingga 10 September di Kota Padang. Event ini dilaksanakan setiap tahunnya, sebagai upaya pelestarian budaya, tradisi serta permainan anak negeri yang tumbuh di Sumatera barat.

Event ini pertama kali digelar pada tahun 2011. Untuk tahun ini rangkaian acara yang akan dilaksanakan antara lain,

  1. Lomba Maelo Pukek atau menjala ikan. Maelo Pukek merupakan salah satu tradisi turun temurun di Sumatera Barat yang masih dipertahankan. Selayaknya menjala ikan, tradisi ini berupa kegiatan menangkap ikan secara tradisional yang dilakukan oleh nelayan yang tinggal di pesisir pantai Kota Padang.
  2. Selaju Sampan atau balap dayung sampan. Sama halnya seperti Maelo Pukek, Selaju Sampan juga merupakan tradisi turun temurun di Sumatera Barat. Tradisi ini mulai punah di era maju seperti saat ini. Dulunya Selaju Sampan adalah salah satu cara yang dipakai oleh masyarakat Pesisir Selatan untuk menjalin tali silaturahim.
  3. Panjat Pinang. Tidak hanya di Sumatera Barat saja, Panjat Pinang juga menjadi tradisi yang masih sering dilakukan masyarakat tiap perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia tiba. Perlombaan ini menggunakan 10 pohon tinggi yang batangnya dilumuri oleh pelumas. Biasanya di puncak pohon, akan disediakan hadiah-hadiah untuk diperebutkan oleh para peserta yang berhasil sampai di atas.
  4. Karnaval Siti Nurbaya dan Perahu Hias. Semua peserta dari berbagai elemen akan berpartisipasi dalam acara ini.
  5. Lomba Malamang Tingkat SMA. Malamang adalah salah satu tradisi di Sumatera Barat yang memiliki arti, memasak lemang. Lemang sendiri adalah panganan yang berasal dari bahan ketan, dimasukkan ke dalam bambu yang sebelumnya sudah dilapisi daun pisang muda. Tradisi ini dapat ditemui di hampir seluruh wilayah Minang. Biasanya dilakukan secara bergotong royong, prakteknya dilaksanakan untuk kepentingan tertentu, seperti untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan.
  6. Lomba Permainan Anak Nagari. Permainan yang dilombakan diantaranya Lomba Enggrang, Lomba Sepak Rago, dan Tarompah Tampuruang.
  7. Lomba Manggiliang Lado. Dalam kata lain, menggiling cabe. Sebagaimana ciri khas kuliner Minang yang bercita rasa pedas, cabe adalah salah satu bahan utama dalam makanan Minang. Sehingga kegiatan Manggiliang Lado tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Minang terutama kaum ibu/wanita.
  8. Lomba Vocal Grup Lagu Minang Tingkat SMP & Nonton Bareng Film Anak Nagari, serta
  9. Lomba Sosial Media dan Lomba Fotografi.

Tujuan diadakannya festival ini setiap tahun tak lain tak bukan adalah untuk mengenalkan ragam seni dan budaya Minangkabau pada masyarakat, generasi muda serta wisatawan yang berkunjung ke Kota Padang. Ada pula tujuannya adalah untuk melestarikan budaya Minang, memotivasi generasi muda untuk lebih mengenal budaya negerinya, memfasilitasi kreativitas dan aktifitas para pelaku seni budaya Kota Padang serta mempromosikan Kota Padang sebagai destinasi wisata.

Visit => www.festivalsitinurbaya.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s