#12 Secret Love Pt. 2 [Blood Sweat & Tears] FIN

12

ohnajla | romance, school life, songfic, drama, friendship, family, brothership, teen | G | chaptered |

All member BTS

Oh Sena (OC)

Member EXO (cameo)

“But we know this

We got a love that is homeless!

– Litte Mix – Secret Love Song —

Blood Sweat & Tears concept

#1 Intro: Girl Meets Evil

#2 Begin

#3 Lie

#4 Stigma

#5 First Love

#6 Reflection

#7 Scary Date

#8 Worried

#9 Saturday Night

#10 Secret Love

#11 Playing With Fire

#12 Secret Love Pt. 2 (FIN)

Daegu 5 years later.

Adalah bulan Agustus. Bulan di mana Korea Selatan sedang dilanda musim panas. Di saat semua tanaman bertumbuh dengan baik karena pancaran mentari yang ceria. Di sanalah seorang gadis berada. Berambut hitam yang dipotong pendek sebahu dan ditutupi beggar hats berkain jeans, tengah duduk-duduk santai di taman kampus Kyungpook National University.  Memangku sebuah buku bacaan, larut dalam sederet kalimat di dalamnya. Tak memedulikan kanan kiri yang hampir tidak ada siapa pun. Hanya dia, sendirian.

Angin tiba-tiba berhembus kencang. Topinya terbang terbawa angin. Ia pun segera meninggalkan bukunya di sana, lalu berlarian mengejar topinya. Beruntung tidak berhenti di pohon. Ia bernapas lega. Membersihkan topinya, lalu kembali duduk di tempat semula. Sudah ada seorang pria di sana. Memakai baju serba hitam dari ujung kepala hingga ujung kaki. Ia memilih tak peduli, toh orang itu juga sedang membaca buku dan wajahnya pun tertutup oleh topi dan masker.

Bosan membaca, ia pun memasukkan bukunya ke dalam tas, menggantinya dengan bermain musik. Dia memutuskan memakai earphone. Takut mengganggu orang di sampingnya. Dia masuk ke aplikasi musik internasional. Mengetikkan nama penyanyi di kolom pencarian dan dalam sekali klik semua karya penyanyi itu pun muncul. Ia tersenyum tipis. Scroll up, scroll down. Lalu memilih salah satu lagu di sana.

When you hold me in the street

And you kiss me on the dancefloor

I wish that it could be like that

Why can’t it be like that?

‘Cause I’m yours

Ia pun menyimpan ponselnya di pangkuan, menyandarkan punggung, memandang sekitar dengan penuh perasaan.

We keep behind closed doors

Every time I see you, I die a little more

Stolen moments that we steal as the curtain falls

It’ll never be enough

It’s obvious you’re meant for me

Every piece of you, it just fits perfectly

Every second, every thought, I’m in so deep

But I’ll never show it on my face

Menghela napas. Tiba-tiba dia teringat lagi akan hari-harinya bersama Min Yoongi. Ah … semua itu sudah berlalu 6 tahun yang lalu. Sudah tidak ada kabar apa pun lagi dari pria itu. Mereka benar-benar sudah berpisah.

But we know this

We got a love that is homeless!

Pertemuan pertama mereka di stasiun kereta api Daegu menuju Seoul, membuatnya kini tersenyum. Betapa lucunya mereka dulu. Belum mengenal satu sama lain tapi sudah bertengkar layaknya Tom & Jerry. Memperebutkan satu taxi yang ternyata mereka menuju rumah yang sama. Haha, mengingatnya sekarang entah kenapa menggelikan sekali. Mereka begitu kekanak-kanakkan.

Why can’t you hold me in the street?

Why can’t I kiss you on the dance floor?

I wish that it could be like that

Why can’t we be like that? Cause I’m yours

Lalu ketika mereka saling bertemu di rumah Baekhyun untuk pertama kalinya. Mereka mengumpat satu sama lain, membuat bingung semua penghuni rumah itu, sampai-sampai mereka dikira sudah saling mengenal satu sama lain. Hah … hari itu, mereka mendapat peringatan pertama.

When you’re with him, do you call his name

Like you do when you’re with me? Does it feel the same?

Would you leave if I was ready to settle down?

Or would you play it safe and stay?

Hari pertama sekolah, merayakan ulangtahun Yoongi untuk pertama kalinya, dan hukuman pertama. Peristiwa-peristiwa itu sudah selayaknya sejarah. Dia tersenyum tipis. Merasa terhibur saat mengingat-ingat kebodohan mereka. Andai waktu bisa terulang, dia … ah sayangnya waktu tidak akan bisa terulang. Haha … kini semua itu hanya bisa disesali.

Girl you know this, we got a love that is homeless

Ia menghela napas. Dulu, mungkin dia memilih untuk membohongi diri sendiri. Tapi sekarang, setelah semuanya sudah berakhir, tak ada lagi kebohongan di dalam dirinya. Jujur, enam tahun lalu, dia sebenarnya sangat bahagia bisa menghabiskan waktu dengan Yoongi saat bermalam di sekolah. Mendengarkan pria itu bercerita, saling menyemangati satu sama lain dengan bahasa-bahasa sarkartis. Ia baru sadar. Mereka itu mirip. Sama-sama tidak mampu untuk mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya.

Why can’t you hold me in the street?

Why can’t I kiss you on the dance floor?

I wish that it could be like that

Why can’t we be like that? Cause I’m yours

Waktu itu, dia sempat salah paham pada pria itu. Dia pikir Yoongi dan Sooyoung sama saja, rupanya tidak. Dia baru menyadarinya sekarang. Dulu, Yoongi tidak merendahkannya. Pria itu memang selalu menatapnya seperti itu. Argh! Hari itu sepertinya dia terlalu terbawa perasaan, andai dia bisa sedikit berpikir jernih. Ya … andai. Namun dia justru berterima kasih. Kalau hari itu dia tahu yang sebenarnya, sudah pasti momen kencan bohongan tidak akan terjadi, yang artinya, semua kenangan-kenangan setelahnya tidak akan pernah ada.

And nobody knows I’m in love with someone’s baby

I don’t wanna hide us away

Tell the world about the love we making

I’m living for that day, someday

Kembali tersenyum tipis. Hukuman kedua mereka terjadi di Busan. Sebenarnya dia datang ke sana bukan untuk jalan-jalan saja, tapi memang khusus untuk bicara dengan Yoongi. Dia pikir mereka tidak akan terlibat pertengkaran apa pun lagi, tapi ternyata salah. Dia yang awalnya berniat untuk keluar sebentar lalu kembali lagi untuk ikut pesta ikan bakar, ternyata malah harus menghabiskan waktu bersama Yoongi. Memakan ikan yang dibakar sendiri oleh Jaejin. Dan terpaksa harus tidur di tempat yang sama. Sedikit mengesalkan memang, karena peristiwa itu tidak sesuai rencananya. Namun, dia tidak bisa berbohong tentang perasaannya sendiri. Yoongi mungkin tidak tahu. Dia sempat terbangun sebentar pukul 3 pagi. Mendapati tangannya digenggam erat oleh pria itu, mendapati wajah tampan tepat di depan mata, mendapati tubuhnya sudah terbalut selimut. Dan Yoongi pasti tidak tahu. Hari itu, adalah ciuman pertama mereka.

Why can’t you hold me in the street?

Why can’t I kiss you on the dance floor?

I wish that it could be like that

Why can’t we be like that? Cause I’m yours

Hal terindah yang diingatnya adalah soal kencan sungguhan mereka. Dia benar-benar tidak membayangkan Yoongi akan mengajaknya kencan. Apalagi ke Aquarium. Ah, bagian itu lebih baik lupakan saja. Mengingat mereka berjalan bergandengan dengan hiu di kanan kiri sudah membuatnya ngeri sendiri. Lebih baik dia mengingat momen saat mereka datang ke Danau Seokchon. Meski bukan tempat yang spesial, mengingatnya saja sudah membuatnya tersenyum lebar. Hari itu, bahkan malam sebelumnya –di saat mereka bicara di kamar Yoongi, dia merasa bahwa mereka makin dekat. Yoongi mulai bisa membuka diri, begitu pun sebaliknya. Ia cukup menyesal. Kenapa mereka baru bisa dekat di saat-saat terakhir? Argh … jujur, Yoongi benar-benar pria yang menyenangkan. Tidak ada pria lain lagi yang bisa membuatnya senyaman itu seumur hidupnya.

Why can’t you hold me in the street?

Why can’t I kiss you on the dance floor?

I wish that it could be like that

Why can’t we be like that? Cause I’m yours
Why can’t I say that I’m in love?
I wanna shout it from the rooftops
I wish that it could be like that
Why can’t we be like that? Cause I’m yours

Dan yang terakhir. Pelukan perpisahan. Ia terkejut ketika Yoongi tiba-tiba menarik dirinya ke dalam pelukan itu. Jujur dia katakan bahwa ini bukanlah pelukan pertamanya. Tapi, kesan yang didapatnya dari pelukan ini sangatlah beda. Jantungnya berdetak tidak normal, napasnya tercekat, otaknya hampir-hampir berhenti bekerja. Ia bahkan tidak bisa mendengar suara di sekitarnya,lidahnya terasa kelu dan matanya memejam dengan sendirinya. Bagaimana bisa ada pelukan senyaman itu di dunia ini? Seperti sedang dipeluk oleh ibunya tapi dengan konteks yang berbeda. Ah … sulit sekali untuk dijelaskan. Andai dia bisa menghentikan waktu, sudah pasti dia akan menghentikan waktu agar terus dapat merasakan pelukan nyaman itu.

Teringat olehnya bisikan Yoongi di telinga sebelum pelukan itu berakhir.

“Sena-ya.” Itu pertama kalinya Yoongi memanggilnya dengan nama. “Apa kau memikirkan hal yang sama dengan yang kupikirkan? Ya, pelukan ini nyaman sekali. Aku sangat menyesal karena baru merasakannya sekarang. Kuharap suatu hari nanti aku bisa merasakannya lagi.”

Why can’t we be like that?

Wish we could be like that

Gadis itu menghela napas. Menyeka wajahnya sambil melepas earphone. Ia tidak peduli ketika pria di sampingnya tiba-tiba menutup buku, mendorong buku itu mendekat padanya. Dia baru menoleh setelah wajahnya sudah cukup kering. Dengan heran dia pun meraih buku itu, membukanya asal hingga selembar kertas pun jatuh ke pangkuannya.

HAI. APAKAH KAU KENAL DENGAN SEORANG GADIS DENGAN CIRI-CIRI BERIKUT:

-BERDADA KECIL

-PENDEK

-SOMBONG

-TIDAK PUNYA SOPAN SANTUN PADA KAKAK KELAS

-SUKA MEMBUAT ULAH

-TAKUT PADA SERANGGA

-KERAS KEPALA

-SUKA MENGUMPAT

-MUDAH MENANGIS

-PENAKUT

-SUKA SEENAKNYA SENDIRI

-PERNAH MEMAKAI JEPIT SNIKERS

-ASAL DAEGU

-PINTAR BERMAIN PIANO

-DAN MENYUKAI TAEHYUNG

APAKAH KAU MENGENALNYA?

 

Gadis itu serta merta menoleh, membelalak ketika mendapati pria itu sudah melepas topi, masker dan sunglass-nya. Ia pun bangkit, membungkam mulutnya yang menganga lebar.

“K-kau….”

Annyeong. Sudah lama tidak bertemu, eo? Wah … tinggimu masih sama saja. Haha.”

Plak!

Grep!

“Aish, kalau mau peluk ya peluk saja. Tidak usah menampar juga. Akh … pipiku sakit.”

Ya, pria itu ternyata adalah Yoongi. Tingginya bertambah beberapa senti dan tubuhnya tampak seperti pria dewasa. Sena menenggelamkan wajahnya di dada pria itu. Sial! Kenyamanan itu masih ada. Kali ini dia tidak akan melepaskannya.

“Itu hukuman untukmu karena kau menulis nama Taehyung di kertas itu.”

“Oh? Sekarang bukan Taehyung lagi, ya?” gumam Yoongi sambil menggaruk kepalanya. Lalu ia pun balas memeluk gadis itu. “Lalu siapa kalau bukan dia?”

“Eum … seorang pria yang suka mengumpat, menyebalkan, tidak punya ekspresi, mudah marah, gengsian, lelet, lemah seperti wanita, asal Daegu, mantan kapten tim basket, mantan ketua klub musik, pintar bicara dan seseorang yang pernah kucium.”

Mwo? Siapa orang yang pernah kaucium?” Yoongi pun mendorong Sena untuk melepaskan pelukan. Senyumnya tadi memudar dengan cepat. Kini kedua alinya bertaut di tengah, mengintimidasi.

Sena menyeringai. Ternyata tebakannya benar, Yoongi tidak tahu apa-apa soal itu. “Menurutmu siapa?”

“Hah. Jadi kau pernah berciuman dengan seorang pria? Heol! Tidak kusangka aku merindukan seorang gadis yang sudah berciuman dengan pria lain. Siapa pria itu, huh? Dia lebih tampan dari aku kah? Lebih kaya dari aku kah? Katakan padaku siapa orangnya, akan kuberi ucapan selamat atas keberaniannya mencuri first kiss gadisku,” seru Yoongi berapi-api. Dia bahkan sudah bersiap dengan sarung tinjunya. Entah didapat dari mana. Tapi di sisi lain, Sena malah tertawa, membuat Yoongi mengerutkan dahi heran.

“Kau tertawa? Apa yang lucu, huh? Oh … jangan bilang kalau pria itu adalah kekasih barumu. Ha ha ha. Sepertinya aku datang di waktu yang salah.”

Sena berhenti tertawa ketika tiba-tiba Yoongi bangkit dan beringsut pergi. “Kau mau kemana? Yaa! tunggu!”

“Aku mau pulang! Tidak usah mengejarku, pendek! Temui saja pacarmu!”

“Baiklah! Kau boleh pulang asal berhenti dulu sebentar! Sunglass-mu tertinggal!”

Manjur. Yoongi akhirnya berhenti dan berbalik sambil pasang wajah kesal. Sena mempercepat larinya dan grep!

CHU!

Gadis itu tersenyum seraya meletakkan sunglass Yoongi di saku jaket pria itu.

“Kalau begitu ajak aku pulang sekarang.”

“K-kau ini bicara apa?” dengus pria itu dengan wajah pucat. Dia sangat terkejut dengan perlakuan Sena yang tiba-tiba.

Senyum Sena makin lebar. Ia pun menangkup wajah strawberry Yoongi dengan kedua tangan. “Aku sudah bertemu dengan pacarku, jadi, bawa aku pulang sekarang.”

Y-yaa! Omong kosong apa yang kau katakan ini?!”

Gadis itu mendengus, memutar bola mata. “Pabo. Pencuri ciuman pertamaku itu kau, Siput! Kau! Aish! Bagaimana bisa kau menyebut dirimu sendiri Min Yoongi jjangjjangmanbbongbbong kalau kau tidak memahami hal yang seperti ini? Pabo! Pabo! Pabo!

“A-apa? Aku? Kapan?”

“Saat kita dihukum di Busan. Aku bangun jam tiga pagi dan menciummu. Hah … harusnya hari itu aku membangunkanmu saja jadi aku tidak harus menjelaskan seperti ini.”

“Kau … melakukannya saat aku tidur?”

Sena pun tersenyum, menggaet lengan Yoongi, lalu mengajaknya berjalan. “Kau begitu tampan, bagaimana bisa aku menyia-nyiakan kesempatan itu. Ck, harusnya kau menciumku saat aku tidur. Apa-apaan, ini terdengar seperti aku gadis agresif.”

“Ya … kau adalah gadis yang sangat agresif. Ini yang kedua kalinya kau menciumku duluan. Tidak bisakah kau menunggu sebentar? Ah … dan satu lagi, aku ini bukan pria brengsek, oke? Aku tidak suka mencium seorang gadis tanpa seizinnya.”

“Oh … benarkah? Kalau begitu cium aku.”

“Jangan mempermalukanku di depan umum,” gumam pria itu sambil mencubit pipi gembul Sena. “Akan kulakukan nanti di rumah.”

Gadis itu tersenyum lebar, makin bermanja-manja di lengan Yoongi. Apa status mereka sekarang? Ah … dia juga tidak tahu. Dan dia tidak peduli. Kembalinya Yoongi ke sisinya saja sudah membuatnya senang. Kembali bergandengan tangan, berjalan bersama, berpelukan, berciuman … bukankah semua ini sudah cukup?

“Oh ya, ada sesuatu yang ingin kuberikan padamu.”

Sena langsung menoleh, menatap Yoongi penuh harap. “Apa itu?”

Pria itu tersenyum misterius. “Undangan pernikahan.”

DEG! “U-undangan pernikahan?”

“Ya. Undangan pernikahan,” jawab Yoongi enteng. Ia pun mengeluarkan benda bernama undangan itu dari ranselnya, lalu menyerahkan pada Sena.

Dengan hati yang berat, Sena pun menerima benda tersebut. Ck, kenapa juga harus dibalik?

“Dengan siapa?”

“Apanya?”

“Dengan siapa kau menikah?”

Mereka bertatapan sebentar. Kemudian pria itu mendorong dagunya. “Di situ sudah tertulis. Baca saja.”

Dengan hati yang berkecamuk hebat, perlahan Sena pun membalik benda tersebut. Apa-apaan ini, mereka baru saja bertemu tapi sudah ada berita seperti ini. Yoongi akan menikah? Dengan siapa? Argh … jadi apakah hubungan mereka akan berakhir di sini?

Napasnya tiba-tiba tercekat. “A-apa ini?”

 

The Wedding of

 

Jungkook & Halla ;;; Seokjin & Hana ;;; Namjoon & Nami ;;;

Hoseok & Sara ;;; Jimin & Seol ;;; Taehyung & Soomi

Min Yoongi ❤ Oh Sena

 

15th August 20xx

At two o’clock in the afternoon

Haeundae Beach

Busan

Gadis itu menoleh saat tubuhnya dipeluk. Yoongi, tersenyum manis padanya sambil mengecup lembut dahinya. “Kau terkejut? Maaf lancang. Aku tahu aku belum melamarmu dan sudah dengan seenaknya menulis namamu di sana. Tapi serius, aku sudah membicarakannya dengan ayah dan ibumu. Aku sudah dapat lampu hijau dari mereka. Sekarang, aku harus mendengar jawabanmu. Bagaimana? Kau mau menikah denganku?”

Hening sebentar. Sena memasukkan undangan itu ke dalam tasnya, lalu….

Plak! Bugh! Bugh!

“Aw! Kenapa kau menamparku?”

Gadis itu tampak cemberut. Terlihat menyedihkan dengan mata yang berkaca-kaca. “Min Yoongi pabo! Min Yoongi jelek! Min Yoongi sialan! Dasar siput! Lelet! Kalau kau mau melamarku, lakukan dengan benar!”

Yoongi awalnya merasa ngeri, tapi setelahnya tersenyum lebar. Bekas kemerahan di pipi kirinya tidak lagi ia pedulikan. Karena yang harus dia lakukan adalah menarik gadis itu ke dalam pelukan. Mau ada yang mengenalinya atau tidak, mau ada yang menertawakan mereka, ia tidak peduli. Bahkan dia memberikan kebebasan pada para wartawan yang sedang bersembunyi untuk mengabadikan momen ini.

“Maaf. Aku bukan pria yang romantis. Aku tidak membelikanmu cincin karena aku tidak tahu berapa ukuran jarimu. Dan aku takut kalau-kalau kau tidak menyukai bentuk cincin yang kubelikan. Eum … jadi bagaimana? Kau mau menikah denganku?”

“Hari itu … hari itu adalah ulangtahunku.”

“Aku tahu. Mereka juga sudah tahu. Aku sengaja memilih tanggal itu.”

Wae?”

“Kau masih ingat ulangtahun ke-17-ku dulu? Itu hari ulangtahun yang paling menyenangkan untukku. Kita tinggal di tenda yang sama untuk pertama kalinya, terlambat dan dihukum bersama untuk pertama kalinya, pulang terlambat bersama. Dan nanti, aku ingin di hari ulangtahunmu yang ke-22, kita bisa tinggal di rumah yang sama untuk pertama kalinya. Hanya berdua. Bagaimana? Aku sudah membeli rumah yang bagus sekali untuk kita tempati nanti.”

Sena terlampau senang mendengarnya. Dia terisak keras. Balas memeluk Yoongi lebih erat.

“Kau sangat tidak romatis! Hiks. Bagaimana bisa kau memberitahuku sekarang? Hiks. Itu … itu … sudah tidak kejutan lagi.”

“Hehehe. Bukankah kau yang tanya?”

“Ck. Pabo.”

Yoongi tertawa. Mencium puncak kepala gadisnya. Dan berbisik. “Saranghae….”

.

.

FIN

Advertisements

10 Replies to “#12 Secret Love Pt. 2 [Blood Sweat & Tears] FIN”

  1. Aaaaakkk

    Aku udah jadi pembacamu ka najla sejak jaman se-tae yg turunan dr sehun-daena. Tp baru di FF ini kok nyesek banget ya, pdhl biasanya ga tertarik baca FF BTS (dulu juga tertarik krna EXO awalnya), tp ini nyeseeek beneran deh, dan kebetulan lg comebacknya BTS yg BSAT, jadi ngefans akuu, mulai jd ARMY gara2 FF ini 😍😍😍. Bikin lg dong kak BTS feat OC (tapi oh sena, udh ngefeel bngt sama sena :”)). Disini baru kerasa kangennya sm se-tae pairing.

    Agak nyesek ya jd jimin, yaampun ga ada kesempatan. Ohiya cuma mau bilang aja, yg chapter 12 alurnya kyknya kecepetan kak hehe, momen sm suga di ending kurang, dr tiba2 ketemu ditaman terus langsung nikah agak gmn gt hehe :”)

    But anw ku tunggu FF se-tae yg lainnya ya :))

    Liked by 1 person

    1. oh? ya kah? tapi aku kok ngga familiar sama ID name kmu yak XD entah aku yg lupa atau gimana :”D #maafkan
      oh ya ampun, makasih udah mau baca :* dulu pas Se-Tae aku juga masih EXO L, belum ARMY :”D tapi sekarang udah ARMY jadi fokus bikin ff BTS :”D
      iya, nanti kalo lomba novelnya udah selesai aku akan bikin lagi FF BTS yg cewenya Oh Sena :”D jangan ditunggu tapi, soalnya aku ngga bisa janji T^T
      aku ngga pinter bikin ending btw :”) jadi tolong maafkan kalo emang terlalu patas :”D
      sekali lagi makasih loh ya udah baca :* :* tuh, di atas ada author taehyunglatte. dibaca gih, itu ff kakak sepupuku :”D dia juga ARMY.

      Like

  2. Sequel please 🙏🏻🙏🏻 butuh moment yoongi-sena after married 😍😍😍
    Mgkn karna biasku yoongi jadi pas baca ff ini feelnya dapet bgt dan pengen ada sequel 😆😆😆

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s