Tiada Hari Tanpa Berkarya Bagi Aliya Nurlela

aliya

Adalah ibu saya, wanita inspiratif yang telah berada di usia cantiknya. Dengan penuh keberanian, 4 tahun yang lalu, tepatnya 2 Maret 2012, ibu saya dan seorang novelis asal Padang membangun sebuah komunitas yang kini telah melebarkan sayapnya hingga ke seluruh penjuru Nusantara. Komunitas itu tak lain tak bukan adalah komunitas menulis yang disebut Forum Aktif Menulis Indonesia. Dengan ribuan anggota yang tergabung di dalamnya, Forum Aktif Menulis Indonesia atau yang kerap disebut FAM Indonesia, telah berhasil menerbitkan berpuluh-puluh buku dari banyak penulis Indonesia. Dan baru-baru ini, beliau baru saja mendapat anugerah Perempuan Inspiratif Nova 2016.

Tahun ini, usia beliau genap 41 tahun. Beliau selalu memulai hari dengan mengurus keluarga. Seperti membangunkan anak-anak, memasak sarapan, bersih-bersih rumah dan mempersiapkan anak-anak untuk pergi sekolah. Setelah pekerjaan itu selesai, beliau akan mulai menyalakan laptop untuk menghasilkan karya. Satu cerpen dalam sehari, begitulah mottonya. Beliau tidak pernah patah semangat dalam berkarya meski setelah pukul 9 beliau harus menyandang peran sebagai manager dari FAM Publishing –divisi penerbitan FAM Indonesia. Setengah hari pernuh beliau harus stand by di meja manajer untuk memanajeri para karyawannya. Bahkan saat kantor sudah tutup pun, beliau tetap berada di mejanya untuk mengerjakan tugas-tugas yang belum rampung.

Beliau adalah tipe wanita yang perfeksionis. Apa-apa harus selesai dengan baik dan tepat waktu. Tidak jarang beliau sering melupakan makan bahkan lembur sampai tengah malam. tidak aneh kalau kondisi kesehatannya menjadi kurang stabil. akan tetapi beliau tidak pernah mengeluh akan hal itu. Tetap tersenyum setiap bertemu dengan anak-anaknya. Selalu cantik meskipun senyumnya sudah tidak sesempurna dulu.

Bell’s Palsy. Ibu saya terserang penyakit itu saat saya masih duduk di kelas 5 SD. Syaraf wajahnya bermasalah. Dugaan dokter adalah karena terlalu banyak terpapar angin dari kipas angin, AC juga angin malam. penyakit itu membuat wajahnya menjadi tidak simetris lagi. Yang berimbas pada senyum dan bentuk kedua matanya. Dulu, ibu saya sering sekali menutupi wajahnya dengan masker untuk menyembunyikan wajahnya yang tidak simetris. Tapi akhir-akhir ini, beliau mulai percaya diri dan tidak lagi memakai masker saat berada di pertemuan-pertemuan besar.

Di usia cantiknya, beliau telah menghasilkan beberapa karya yang telah membuat namanya menjadi besar. Diantaranya novel Lukisan Cahaya di Batas Kota Galuh, Senyum Gadis Bell’s Palsy, dan Kumpulan Cerpen Sepucuk Surat Beku di Jendela serta Flamboyan Senja. Tidak hanya itu, namanya pun kerap menghiasi media-media massa dengan cerpen, puisi, resensi dan artikelnya. Tiada hari tanpa berkarya bagi seorang Aliya Nurlela.

 

*Lomba blog ini diselenggarakan oleh BP Network dan disponsori oleh L’Oreal Revitalift Dermalift.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s