Alien Next Door (Chapter 1)

2016-27-11-04-29-24

 

Title : Alien Next Door

Author: taehyunglatte

Genre: Friendship, Romance, Highschool life, Fluff

Length: Chaptered

Cast: Kim Taehyung (BTS), Lee Jihyun (OC), BTS Members (cameo).

“AISH, INI SEMUA SALAHMU!!” teriakku pada laki-laki yang berdiri dengan santai di sebelahku. Aku mengacak-acak rambutku sambil mengerang kesal, jika bukan karena laki-laki ini a.k.a Kim Taehyung, mungkin aku tidak akan terlambat ke sekolah dan mendapat hukuman lagi.

“Diamlah, aku sedang tidak ingin berdebat.” Ucap taehyung tanpa menatapku. Aku hanya bisa mendesah pasrah, tidak ingin melanjutkan perdebatan karena Mr.Kim sudah menunggu kami di depan gerbang sekolah.

“Kim Taehyung, Lee Jihyun. Ini sudah ketiga kalinya minggu ini, huh?” aku menelan ludah lalu mengangguk kecil. Sedangkan Taehyung hanya diam saja. “Kalian berdua, sepulang sekolah bersihkan toilet lantai 1 dan 2. Jangan pulang sebelum selesai.” Perintah Mr.Kim sebelum meninggalkan kami berdua. Aku tercengang, antara kaget dan ingin menangis. Membersihkan toilet adalah hukuman yang paling aku benci, karena seingatku toilet di sekolah ini tidak pernah lepas dari kata ‘kotor dan bau’ ketika sudah saatnya pulang sekolah.

“Yah, kau mau berdiri disitu saja atau mau masuk kelas?” Tanya taehyung, memecah lamunanku. Aku tersadar dan segera berjalan menuju kelas dengan wajah lesu.

Namaku Lee Jihyun. Aku adalah murid kelas dua di Sekolah Menengah Atas. Jika kalian berfikir aku adalah anak yang nakal dan suka melanggar peraturan, kalian salah. Hidupku baik-baik saja sejak awal aku masuk SMA. Aku dikenal sebagai anak yang rajin, dan disayang oleh guru. Namun, semua itu berubah semenjak Kim Taehyung menjadi tetangga baruku. Sejak dia pindah ke sebelah rumahku, dia selalu menggangguku. Dia akan datang ke rumahku, mengatakan pada orang tuaku bahwa kita akan belajar bersama dan menyeretku ke rumahnya. Bukan untuk belajar bersama, namun hanya untuk menemaninya melakukan hal-hal yang tidak penting, seperti menyuruhku memasakkannya makanan, atau menyuruhku membersihkan kamarnya, atau menemaninya menonton film action sampai larut malam. Jangan heran mengapa aku mau melakukannya. Jika bukan karena dia mengancam akan mengatakan hal yang tidak-tidak pada orang tuaku, tidak akan pernah dalam hidupku melakukan hal-hal tersebut.

Orang tua Taehyung adalah pebisnis kaya yang selalu pergi ke luar negeri dan hanya pulang beberapa bulan sekali. Itu sebabnya dia selalu membawaku ke rumahnya. Disisi lain, aku bersyukur karena masih punya orang tua yang bisa aku temui setiap harinya, namun keluargaku juga tidak sesempurna itu. Ayah dan Ibuku selalu bertengkar hampir setiap harinya karena masalah pekerjaan. Hal itu membuatku sangat stress, namun melihat taehyung yang hampir tidak pernah bertemu dengan orang tuanya membuatku sedikit bersyukur.

Di sekolah, Taehyung juga tidak pernah berhenti menggangguku. Dia akan berusaha dengan berbagai cara agar membuatku tidak fokus di kelas. Dia akan melemparkan kertas yang berisi kalimat kalimat provokatif yang akan membuatku marah, lalu kami bertengkar dan membuat keributan di kelas. Pada akhirnya, kami berdua akan kena hukuman oleh guru. Mencoba menjadi anak baik tidak lagi mudah, terutama jika ada Kim Taehyung di sekitarmu.

**

Bel tanda pulang sekolah berbunyi, disusul dengan sorak gembira siswa-siswi yang telah menunggu saat ini tiba. Terkecuali aku dan Taehyung. Tidak seperti biasanya, hari ini aku sangat terganggu dengan bunyi bel pulang sekolah karena itu tandanya aku harus membersihkan toilet, dan parahnya lagi, bersama musuh sepanjang masaku, Kim Taehyung.

Setelah semua murid meninggalkan ruangan kelas, aku berjalan ke meja Taehyung dan membangunkannya. “Yah, Kim Taehyung. Bangunlah. Kita harus segera menyelesaikan hukuman ini, aku lapar.” Taehyung mengangkat kepalanya dan menatapku dengan matanya yang baru setengah terbuka. “Kau lakukan saja sendiri, aku ngantuk.” Ucapnya acuh, lalu segera kembali ke posisi awalnya.

Aku memukul kepala belakangnya. “Kau sudah gila? Ini semua kan salahmu! Jika bukan karena kau memintaku untuk membuatkanmu sarapan pagi ini, aku mungkin tidak akan terlambat!” Taehyung langsung terbangun dan menunjukkan wajah kesalnya. Harus aku akui dia sedikit menakutkan. SEDIKIT.

“Yah, berani-beraninya kau memukul kepalaku, huh?!” Teriaknya tepat di depan wajahku. Aku sedikit terkejut, namun tetap berusaha memasang wajah datar. “S-salahmu sendiri tidak mau bangun!” Aku berteriak balik padanya. Taehyung memutar kedua bola matanya lalu berjalan meninggalkanku tanpa mengatakan apapun.

“Yah, kau mau kemana?!” Teriakku sambil berusaha mengejarnya. Taehyung tidak menjawab, dia terus berjalan dan mengabaikan kehadiranku sampai kita tiba di toilet pertama. Aku melangkah masuk pelan-pelan, dan bau pesing menyengat hidungku seketika, membuatku ingin menangis.

Aku dan Taehyung mulai membersihkan toilet tanpa berbicara satu sama lain. Setelah selesai dengan semua toilet di lantai pertama, aku dan taehyung berjalan menaiki tangga ke lantai dua. Aku merasa sangat lelah dan mulai menangis. Taehyung mengabaikanku dan tetap berjalan di depanku tanpa menoleh sedikitpun. Baguslah, setidaknya dia tidak memarahiku atau mengatakan hal-hal yang membuatku lebih kesal.

Satu jam kemudian, kami telah selesai membersihkan semua toilet. Aku menghela napas lega, lalu segera kembali ke kelas untuk mengambil barang-barangku. Ketika aku sampai di kelas, kulihat Taehyung yang sudah kembali ke kelas beberapa menit sebelumnya, tertidur di bangkunya. Aku membereskan barang-barangku lalu berjalan ke arahnya. Aku menggoyangkan tangannya pelan, “Taehyung-ah. Kau tidak mau pulang?” Taehyung mengangkat kepalanya, lalu menguap sambil meregangkan otot-ototnya. “Kau lama sekali. Aku lapar, aku mau makan ramyun. Kau yang bayar.” Uh, kurasa seharusnya aku meninggalkannya saja tadi.

**

Malam itu, aku sedang berusaha mengerjakan tugas Ekonomi-ku, ketika tiba-tiba ponselku berbunyi berkali-kali.

mje2otm2

Setelah pesanku yang terakhir, Taehyung tidak membalas lagi. Ketika aku berfikir dia telah menyerah, kenop pintu kamarku berbunyi dan seseorang tiba tiba memasuki kamarku dan melompat ke kasurku. Ya, kau bisa tebak itu siapa.

“Yah! Siapa yang bilang kau boleh masuk ke kamarku?!” Teriakku pada Taehyung yang tengah berbaring santai di kasurku. “Ibumu.” Jawabnya. Aku hanya bisa mengerang kesal, anak ini pasti telah mengatakan sejuta alasan yang membuat orang tuaku berfikir dia kesini untuk ‘belajar bersama’ lagi. “Cepat, buatkan prku.” Perintahnya.

“Tidak. Lakukan saja sendiri.” Aku kembali ke meja belajarku dan hendak melanjutkan pekerjaanku, namun tiba tiba sesuatu mendarat di kepalaku. “AH!” Taehyung tertawa terbahak-bahak melihatku kesakitan. Aish, orang ini sepertinya tidak bisa hidup tenang jika belum mengetes kesabaranku.

“Setidaknya, ajari aku cara mengerjakannya.” Ucapnya setelah berhenti tertawa. Kini giliranku yang tertawa. “Sejak kapan kau mau belajar, huh?” Aku hendak mengabaikannya ketika tiba-tiba dia memasang wajah serius.

“Setidaknya, ajari aku cara mengerjakannya.” Ulangnya lagi. Aku menatapnya terkejut. “Kau serius?” Tanyaku, hanya untuk memastikan dia tidak sedang mengerjaiku.

Taehyung menggaruk tengkuknya, kelihatannya sungkan untuk mengatakan sesuatu. “Uh… te-tentu saja aku serius.” Ungkapnya terbata-bata. Aku bisa melihat dia menyembunyikan sesuatu dan aku mulai curiga.

“Katakan padaku alasannya, baru aku mau membantumu.” Tantangku. Taehyung memalingkan wajahnya dan bisa kudengar dia sedikit mengerang.

“Baiklah. Ayahku bilang jika aku tidak mendapat nilai baik di uts kali ini, dia tidak akan memberiku uang jajan selama sebulan. Jadi, kau harus membantuku. Kau mau membayari makananku selama sebulan?” Penjelasan Taehyung terdengar seperti ancaman bagiku. Aku menelan ludah, membayangkan apa yang akan Taehyung lakukan padaku jika dia benar-benar tidak dapat uang jajan selama sebulan.

Lalu sebuah ide muncul di otakku.

“Baiklah. Tapi dengan satu syarat.” Ucapku sambil menyeringai.

Taehyung memutar kedua bola matanya. “Jika itu bodoh aku tidak akan melakukannya.”

“Simple. Memohonlah.” Tantangku. Taehyung memelototiku. Dia memang tidak pernah meminta tolong padaku, dia selalu memerintah. Ini saat yang tepat untuk menjatuhkan harga dirinya.

“Tidak. Itu bodoh.” Protesnya. Aku hanya tertawa kecil.

“Yasudah.” Aku berbalik dan hendak kembali mengerjakan tugasku ketika tiba-tiba

“LEEJIHYUNAKUMOHONBANTUAKU.” Sontak aku berbalik, “Apa tadi?” Tanyaku, lebih ke menggodanya.

“Tidak ada siaran ulang.” Balasnya. Dia memalingkan wajahnya yang memerah, ini pertama kalinya aku melihat Kim badass Taehyung seperti ini.

Aku tertawa terbahak-bahak melihatnya, “Kau lucu sekali. Baiklah, aku akan membantumu.”

Taehyung menatapku tak percaya, “Serius?”

“Tentu saja.” Aku tersenyum.

Sontak Taehyung melompat dari kasurku dan memelukku.

Ya, memelukku.

Aku sedikit terkejut dengan aksinya, tetapi aku berusaha tetap tenang.

“Gomawo, Lee Jihyun.”

Aku… tidak salah dengar kan?

To be continued….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s