Swag Couple Series [#8 Bad But Sweet]

yoonmin

ohnajla || romance, schoollife || Teen || chaptered

Min Yoonji (OC) aka Yoongi lil sister

Park Jimin BTS 

Min Yoongi aka Suga BTS 

Jeon Jungkook BTS

other cameo

**

#1 Intro Boy ver.

#2 Intro Girl ver.

#3 Want You More

#4 Don’t Mess With Me

#5 Oppa

#6 Nobody Like You

#7 Punishment

#8 Bad But Sweet 

Yoonji benar-benar populer sebagai perempuan di SMA Bangtan. Sayangnya seribu kali sayang. Dia cukup dijauhi oleh gadis-gadis lain di sekolah itu. Memang apa salahnya? Disapa dia balik menyapa, diminta bantuan akan dia bantu, dipukul akan balik memukul—

Yah … mungkin karena poin ketiga.

Dia itu penganut formula aksi = reaksi.

Jenius!

Dia kelihatan menjadi yang paling dikucilkan para gadis setiap jam olahraga. Halah, batang hidungnya muncul saja tiap sebulan sekali. Padahal satu bulan, jadwal olahraga itu minimal 4 kali. Saking bencinya dia pada olahraga.

Sekalinya ikut olahraga, dia pasti tidak akan dapat pasangan. Total siswa perempuan di kelasnya ganjil.

“Hari ini penilaian sit up dan passing. Wajib berpasang-pasangan, mengerti?”

Semuanya langsung menggandeng pasangan masing-masing, sementara Yoonji menggandeng tangannya sendiri.

Shownu seonsaengnim tak sengaja melihat Yoonji yang hanya berdiri sendirian. Dia pun mengedarkan pandangannya mencari anak lain yang sekiranya juga belum dapat pasangan. Sayangnya, semuanya sudah dapat.

“Min Yoonji belum dapat pasangan. Adakah di sini yang sukarela menjadi pasangannya?”

Jimin mendengar itu dari sisi lain lapangan. Seperti yang lain, dia langsung melihat pada Yoonji yang santai-santai saja meskipun belum dapat pasangan.

Para gadis hanya bergeming. Artinya, dari mereka tidak ada satu pun yang mau.

“Oh? Dia ikut olahraga?” sahut Jungkook yang berdiri tepat di samping Jimin. Dia dan Jimin berpasangan untuk tes hari ini.

Shownu seonsaengnim menghela napas. “Baiklah, Min Yoonji, kau berpasangan dengan saya saja.”

Yoonji mengangguk.

“Tunggu ssaem!”

Teriakan Jimin mendadak menggema di gedung indoor itu. Semua mata menatapnya tak terkecuali mata kucing cantik yang menatapnya galak.

Kau mau apa Park Jimin?

“Saya yang akan berpasangan dengannya,” lanjut Jimin seolah mengabaikan pelototan gadisnya.

“Lalu aku bagaimana?” tanya Jungkook panik.

“Kau bersama seonsaengnim saja, oke?”

“Tapi—”

Akhirnya Jimin pun berpasangan dengan Yoonji, sementara Jungkook dijadikan ‘tumbal’ untuk berpasangan dengan Shownu seonsaengnim.

.

.

Aku mengajak Yoonji ke sudut lapangan yang jauh dari yang lain. Sebenarnya bukan aku saja yang ingin, Yoonji juga. Pasti dia akan mengomeliku sebentar lagi.

Gyut!

Appo!”

Benar saja, begitu sampai di sudut lapangan dia langsung mencubit lengan atasku. Haduh, kurasa kulitku memar karena cubitannya kecil sekali tapi menukik.

Dia menatapku galak.

Arasseo, aku tahu apa salahku.

Sebagai pemilik nomor absen awal, Yoonji duluan berbaring di lantai sedangkan aku duduk sambil memeluk kakinya.

“Satu menit ya. Oke, sekarang.”

Dia pun mulai melakukan sit up. Aku meringis melihatnya kesusahan mengangkat badannya yang nyaris serupa babi langsing itu. Bibirku mengatup saat dia menatapku galak. Dan meringis lagi saat kulihat dia kesusahan.

“Berhenti menertawaiku dan hitung saja.”

Oke sayang, berhenti juga menatapku galak seperti itu. Aku namjachingu-mu.

Setelah satu menit, kami pun bertukar posisi. Aha … posisi yang benar seperti yang ada di drama Secret Garden. Hm … apa enaknya aku melakukan rescene ya?

Begitu stopwatch berjalan aku pun mengangkat tubuhku sampai wajah kami berdekatan. Aku berhenti sebentar, menatap matanya yang masih betah memandangku galak. Lalu…

CHU!

Mission success.

Dia langsung mendorong bahuku sampai aku terbaring lagi. Tch, dia pikir aku akan berhenti?

2

Chu!

3

Chu!

4

Chu!

5

BUG!

Oh man! Cheek punch!

Dihitungan keenam, dia sudah menutupi bibirnya. Yah … tidak seru. Ya sudah, pipinya saja.

7

Chu!

8

Chu!

9—

Aku membelalak melihat dia yang sudah duduk di atas perutku.

“Yoo-yoo .. Yoonji-a….”

 

“Hei hei! Lihat itu!”

“Woah Jimin!!!”

Oh maaaaan!!”

“Cium! Cium!”

 

Aku menelan ludahku susah payah. Ini benar-benar Yoonji ‘kan? Gadis yang sedang duduk di atasku ini Yoonji ‘kan?

Dia menatapku galak seperti biasa. Lalu tanpa bicara apa-apa pergi meninggalkanku.

“Yoonji-a! Yaa! Tunggu aku!”

.

.

Kutendang kaleng minuman yang tergeletak sembarangan di tanah.

Buang sampah pada tempatnya, Bung!

Ugh!

Aku benci mochi.

Kenapa dia harus menjadi relawan untuk berkelompok denganku?

Bukankah sebelumnya sudah kuperingatkan untuk tidak menarik perhatian orang lain di sekolah?

Dasar si kecil mungil imut lucu menggemaskan—

Aish! Kenapa malah memujinya?

Ah pokok aku benci mochi!

“Min Yoonji!”

Baru saja kudengar suaranya, tubuhku sudah berbalik. Siapa lagi yang melakukannya kalau bukan Jimin? Bukannya sudah kuberitahu kalau dia itu namjachingu yang keluar dari drama?

Dadanya naik turun, napasnya terengah-engah. Ya ampun … berlebihan sekali. Padahal jalanku tidak cepat-cepat amat tapi kenapa dia sudah nyaris mati begitu?

“Apa sih? Lepas tidak?”

Tapi cengkramannya pada pergelangan tanganku makin kuat. Entah kenapa aku teringat kembali momen di saat dia mengajakku ke motel. Dan sekarang aku jadi benci dipegang seperti ini.

“Kau marah karena aku menciummu?”

Dih? Percaya diri sekali dia? Siapa bilang aku marah karena itu?

“Lepaskan dulu.”

Shireo. Kalau kau kulepaskan kau pasti akan kabur lagi.”

Benar-benar Drama King. Bukankah dulu aku sangat menghindari laki-laki yang seperti ini? Tapi kenapa sekarang aku malah jatuh cinta padanya?

Aku pasti sudah diguna-guna.

“Tanganku sakit ah. Lepaskan.”

Akhirnya dia mau melepaskan tanganku.

Bukannya segera bicara dia malah menatapku dengan mata teduhnya—

Ah ralat. Mata mesumnya maksudku.

Tak sengaja kudapati Jooheon dan Taehyung yang mengintip dari balik pintu gedung indoor. Pasti yang lain juga ada di sana, ikut mengintip.

Kualihkan lagi pandanganku pada Jimin. “Yaa, kalau kau mau bicara, bicaralah. Aku tidak punya waktu untuk berdiri di—”

Kalimatku terpotong begitu saja saat Jimin dengan tiba-tiba memelukku.

Dia sudah gila?

Apa dia sadar sedang melakukan apa?

Apa dia tahu kalau pengintip-pengintip dari pintu gedung indoor makin banyak?

Shit.

Too bad!

But it’s too sweet.

Aku pun memindah kepalaku di dadanya. Yap, ini jauh lebih baik. Aku tidak perlu takut karena melihat orang-orang yang melihat kami. Bukankah yang terpenting di dunia ini adalah kebahagiaan diri sendiri?

Yah … aku mendengar itu dari mulut kakakku.

Kupeluk balik tubuhnya yang jauh lebih besar dariku. Dia kusebut mochi tapi tubuhnya lebih besar dariku.

Ah peduli amat.

“Setelah ini kau harus pertanggungjawabkan sikapmu, mochi.”

Arasseo.”

TBC

Advertisements

One Reply to “Swag Couple Series [#8 Bad But Sweet]”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s