Freak Hwarang #7

halloween

ohnajla | fantasy, romance, brothership, friendship | general | chaptered | All BTS member & Oh Sena 

Raja kerajaan Savanah ingin memberikan tahta kerajaan pada salah satu pangerannya. Tapi, pemberian tahta itu tidak semudah itu. Karena Raja Savanah ingin kerajaan jatuh pada orang yang tepat. Maka dari itu, misi aneh pun keluar sebagai penentu kualifikasi.


previous chapter: prologue || Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5 || Chapter 6

Malam hari, Sena menepati janjinya mengajak para pangeran pergi ke hutan untuk berburu. Entah dari mana asalnya, gadis itu sudah memegang delapan kantung yang terbuat dari kaca berisi puluhan kunang-kunang. Para pangeran diberinya satu tiap orang. Jungkook memandangi benda itu tanpa henti, sepertinya benda itu termasuk hewan di dalamnya adalah sesuatu yang baru baginya. Seokjin yang melihatnya sampai tidak tahan untuk mencubit pipi si bungsu.

“Yang terpenting dari berburu adalah berhati-hati. Sekali saja kalian ceroboh kalian akan mati dimakan hewan buas. Tiap orang akan kubekali dengan tujuh anak panah, sebuah belati dan pemantik api. Gunakan itu dengan bijak dan … yaa! Apa yang sedang kalian lakukan?!”

Seokjin dan Jungkook yang sejak tadi bermain-main dengan para kunang-kunang lantas menoleh. Keduanya menyeringai tanpa dosa.

“Berhenti bermain-main. Dengarkan dia,” ujar Jimin sambil menepuk pantat Jungkook dan Seokjin. Dia menunjukkan eye smile-nya saat Seokjin melotot.

“Oke, itu saja yang ingin kubicarakan. Ada yang mau ditanyakan?”

“Tidak naik kuda?” tanya Jungkook dengan polosnya.

“Ini dunia nyata, bungsu. Kuda tidak akan berguna saat malam hari seperti ini. Kita akan dikawal dengan sepuluh Herder, jadi jangan berani-beraninya keluar dari kelompok. Mengerti?”

“Yaaaaa….” Koor ketujuh pria itu dengan suara malas.

“Baik, sekarang kita berangkat!”

Dingin sangat menusuk ketika mereka masuk area hutan. Tubuh para pangeran bergetar hebat karena mereka tidak terbiasa dengan dingin seperti ini. Mereka tidak memakai jaket –karena di kardus hanya tersedia baju-baju pendek berwarna kusam-. Namun tidak ada satu pun dari mereka yang mengeluh. Sena tidak memperbolehkan mereka mengeluarkan suara-suara.

Seekor rusa terlihat lima meter di depan. Sena pun menyuruh pasukannya untuk berhenti dan bersembunyi di balik semak-semak.

“Sekarang kalian lihat aku,” ujarnya seraya mengeluarkan satu anak panah dari kantongnya.

“Ini pertama kalinya aku melihat rusa secara langsung,” bisik Taehyung pada Hoseok.

“Hei lihat itu, tanduknya mengerikan sekali. Sekali kena tanduknya pasti orang itu akan mati,” balas Hoseok sambil memeluk tubuhnya sendiri.

“Wah … dagingnya … sepertinya enak dibuat barbeque,” kata Seokjin. Jungkook di sebelahnya menggeleng pelan.

Barbeque ‘kan untuk sapi, Hyung.”

“Memangnya daging rusa tidak boleh?”

“Berisik,” sahut Yoongi tiba-tiba. “Hei, tidak adakah dari kalian yang mau menyalakan api? Aku kedinginan. Sial. Tahu begini aku akan bawa jaketku sebelum kemari.”

“Tahu begini aku juga akan bawa film-film tersayangku, Hyung,” sambung Namjoon.

“Tahu begini juga aku akan bawa PSP,” tambah Jungkook.

“Hei hei, lihat ke depan,” seruan Jimin langsung membuat tujuh pria itu menoleh ke depan.

Rusa yang tadi sedang asyik makan sekarang sudah menggelepar tak berdaya di tanah. Sena pun menghampiri hewan malang itu, diikuti oleh tujuh pangeran rusuh di belakangnya.

“Dia sudah mati?” tanya Hoseok sambil bersembunyi di balik tubuh Taehyung.

“Ya, aku memanahnya tepat di jantung,” jawab Sena sambil menarik anak panah di tubuh rusa itu yang menampakkan darah merah yang menetes. Ketujuh pangeran langsung memeluk satu sama lain.

“Kau mengejutkanku, sekiya!” pekik Seokjin, seseorang yang berdiri paling dekat dengan Sena. Melihat darah kental itu menetes ke tanah, membuat ia tidak bisa menelan ludahnya dengan baik.

Tapi Sena tidak ngeri dia justru menghilangkan darah yang tersisa dengan sebuah daun. “Mochi, siput, sekarang ikat hewan itu.”

Mochi? Siapa yang kau sebut mochi?” tanya Jimin sambil mengernyit.

“Tentu saja kau. Siapa lagi? Cepat lakukan. Kita akan berburu target selanjutnya.”

Jimin sebenarnya kesal dengan panggilan itu tapi apa daya. Mau tak mau dia dan Yoongi menuruti perintah Sena untuk mengikat hewan itu.

“Oke, sekarang lanjut.” Sena mengarahkan anak panah di tangannya ke depan sambil mengomando yang lain untuk jalan.

Yaa! Bagaimana caranya membawa hewan ini?” Pekikan Yoongi otomatis membuat Sena berhenti dan berbalik.

Gadis itu menepuk tangannya ke dahi. “Ah ya juga. Gampang, kalian pikul saja berdua.”

“Pikul? Hewan seberat ini?” Jimin sudah membayangkan akan seperti apa punggungnya kalau harus memikul hewan itu bersama Yoongi sambil mengikuti kemana perginya Sena.

“Kalau kalian tidak sanggup, bawa saja dia pulang. Itu sih … kalau kau tahu jalannya.” Seringaian Sena sanggup membuat dua pangeran itu mengerang frustasi. Yang pada akhirnya memaksa mereka untuk memikul hewan itu sambil mengikuti kemana yang lain pergi.

Yaa! Jalan yang benar!”

Hyung itu yang harusnya jalan dengan benar!”

“Kau sengaja memberiku bagian yang berat ‘kan?!”

“Kau pikir bagianku tidak berat juga?”

“Aish! Punggungku!!”

“Aw! Kenapa ada batu besar di sini sih?!”

“!@#$%^&!!”

“Asdfghjkl!!!”

“Astaga, mereka berisik sekali,” gumam Namjoon sambil mengorek telinganya.

“Biar kutebak, nanti pasti anak-anak mereka akan sama berisiknya seperti mereka,” ujar Hoseok.

Namjoon menoleh, mengernyit. “Anak-anak mereka? Maksudmu Yoongi dan Jimin nanti akan menikah, lalu ‘anu’ lalu punya anak begitu? Siapa yang akan hamil dan melahirkan nanti?”

Hoseok melirik Namjoon datar. “Yang hamil adalah Yoongi dan yang melahirkan adalah Jimin.”

“Bisa begitu ya?” Namjoon mengusap-usap dagunya tanda bahwa dia sedang berpikir keras.

“TENTU SAJA TIDAK, BODOH!! Astaga!! Kenapa aku harus punya teman sejenius dirimu?!!” Hoseok mengusap wajahnya frustasi.

“Tentu saja aku jenius, kau ‘kan sudah tahu berapa nilai IQ yang kudapat.”

Hoseok menelan ludahnya yang pahit sambil mengangguk pasrah. “Terserah kau saja.”

“Hei! Ada kelinci!” Teriakan Jungkook langsung membuat ketujuh lainnya berhenti termasuk Sena. Di tempat yang ditunjuk oleh Jungkook, benar ada kelinci. Tidak hanya satu tapi banyak. Semua yang di sana menganga lebar seperti tidak memercayai ini.

“Wah … sepertinya kita sudah masuk kawasan kelinci,” ujar Sena sambil bergerak maju, menangkap seekor kelinci paling gendut yang sedang mengunyah rumput. Kelinci itu punya mata merah dan bulu putih bersih. Mata merah itu entah kenapa mengingatkan Hoseok pada film-film horor yang biasa ditontonnya bersama pangeran yang lain.

“Itu kelinci jahat! Buang dia!” Serunya sambil berlarian ke belakang, menghindari kelinci itu sejauh-jauhnya.

“Kenapa kelinci bisa ada di hutan?” Taehyung justru mendekat pada Sena, mengusap kepala kelinci itu dengan sayang.

“Karena mereka ingin bertemu dengan raja kelinci!!” sahut Jungkook dengan semangat sambil memeluk kelinci-kelinci yang lain.

“Bawa saja satu yang paling gendut, dan kita makan di rumah nanti,” balas Seokjin santai.

“Ah Hyung!! Kau tega mau memakan mereka? Mereka terlalu lucu, kau tidak kasihan?” protes Jungkook sambil menciumi kelinci itu satu persatu.

“Kau lupa? Sate kelinci bahkan jadi makanan favoritmu di istana. Tidak usah munafik, bilang saja kalau kau merindukan sate kelinci juga ‘kan?”

“Tapi … mereka adalah rakyatku.”

“Oke! Kita bawa satu yang ini!” Pekik Sena tiba-tiba. “Aku bisa merasakan seberapa lembut dagingnya di lidahku, kekekeke.”

Andwae!!” Jungkook langsung berdiri dan ingin merebut kelinci paling besar itu tapi Sena lebih cepat berkelit. “Kau tidak boleh membawanya, biarkan rakyatku bebas.”

Sena memberi isyarat pada Seokjin untuk mengikat tangan si bungsu. “Akan kubuatkan sate kelinci yang enak, raja kelinci. Sekarang ayo kita pulang!!”

Andwae!! Jangan sakiti rakyatku!! Save my bunny!!

TBC

Advertisements

One Reply to “Freak Hwarang #7”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s