Freak Hwarang #19

ohnajla | fantasy, romance, brothership, friendship | general | chaptered | All BTS member & Oh Sena 

Raja kerajaan Savanah ingin memberikan tahta kerajaan pada salah satu pangerannya. Tapi, pemberian tahta itu tidak semudah itu. Karena Raja Savanah ingin kerajaan jatuh pada orang yang tepat. Maka dari itu, misi aneh pun keluar sebagai penentu kualifikasi.


previous chapter

Sena tetap melanjutkan tujuannya berburu rusa meskipun tangannya terluka. Namjoon setia berada di sampingnya, menerangi jalan mereka dengan kantung kunang-kunang yang dibawanya.

Entah sudah berapa lama mereka berputar-putar di hutan ini. Namjoon tidak bisa memastikan. Yang bisa dia sadari, semakin lama udara semakin dingin dan langit pun makin gelap.

Namjoon pun lekas menarik tangan Sena sebelum gadis itu membuka jalan baru.

“Aku lelah. Bisakah kita beristirahat sebentar?”

Tanpa pikir panjang Sena langsung mengangguk. Giliran dia yang menarik tangan Namjoon untuk mengikutinya ke area yang lebih lapang.

“Tanganmu baik-baik saja?” tanya Namjoon setelah mereka duduk.

“Eum. Ini tidak sesakit yang kau lihat,” jawab Sena dusta. Siapa bilang tidak sakit? Cakaran hewan itu sangat dalam sampai terasa hingga ke tulangnya. Dia hanya tidak mau membuat Namjoon menjadi cemas jadi dia pun berbohong.

Tapi sayangnya Namjoon tidak mudah dibohongi.

Dia mengeluarkan bandana yang sengaja dibawanya dari pondok, lalu mengikatkannya ke lengan Sena yang terluka. “Jangan berpura-pura kuat. Kalau sakit bilang saja. Aku tidak akan memukulmu meskipun kau menangis juga.”

Sena memandangi lengannya yang sudah dibebat oleh kain bandana. Kemudian berpaling pada satu-satunya orang yang terus bersamanya sejak tadi.

Namjoon sedang berusaha untuk tidur sebentar. Dia sudah sangat lelah seharian ini dan yang dibutuhkannya sekarang hanyalah tidur sejenak.

Tapi usahanya untuk tidur terusik saat sesuatu memeluknya dengan erat.

Perlahan namun pasti, dia pun mengangkat kelopak matanya.

Terkejut untuk kedua kalinya saat sesuatu menempel di pipinya.

Kedua alisnya terangkat, menatap gadis di sampingnya yang sedang menatapnya sambil tersenyum lembut.

Gomawo, Oppa.”

“Um? Untuk apa?” tanyanya bingung.

“Untuk semuanya.”

Namjoon masih tak mengerti. Apakah ucapan terima kasih harus dilakukan sambil memeluk dan mencium? Lalu, apa maksudnya mengucapkan terima kasih? Dia tidak melakukan apa pun, justru Sena lah yang telah melakukan banyak hal untuk dia dan saudara-saudaranya.

Tapi tidak bisa dia pungkiri bahwa pelukan dan kecupan Sena barusan berhasil menciptakan sensasi aneh di perutnya. Diusapnya lengan Sena yang dingin.

“Tanganmu dingin.”

Gadis itu hanya tersenyum sambil meletakkan kepala di bahunya.

“Harusnya kau beli baju yang berlengan panjang. Bagaimana kalau kau masuk angin, hm?”

Sena memekik geli saat salah satu lengan Namjoon melingkari pinggangnya. Tapi dia tetap bergeming.

“Kau tidak takut padaku? Bagaimana kalau aku melakukan apa yang dilakukan Ro padamu dulu?”

Sena tidak protes ketika Namjoon mengusap kepalanya, lalu bergerak turun leher, lalu ke bahu, turun lagi ke lengan sampai berhenti di jari-jarinya. Membangkitkan sensasi aneh pula di perutnya.

“Aku percaya padamu, Oppa. Aku yakin kau tidak akan melakukan itu.”

Namjoon tersenyum tipis. Menggunakan jarinya untuk mengangkat dagu Sena. Saling bertatapan sebentar, sebelum dikecupnya lembut bibir pucat gadis itu.

“Aku tidak akan mengecewakanmu.”

“Semakin lama semakin sulit saja menentukan para kandidat.”

“Tuan, bagaimana kalau kita akhiri saja ini.”

“Jangan dulu.”

“Tapi Tuan, mereka dalam bahaya sekarang.”

“Eum. Aku tahu. Kalau begitu, kirimkan saja pihak medis ke sana. Anak-anakku tidak boleh mati sebelum kompetisi ini berakhir.”

“Baik, Tuan.”

Sepeninggal Sejin, Raja Bang tersenyum tipis melihat adegan manis di salah satu monitor.

“Bagus, Namjoon-a. Lindungi dia.”

Sementara itu, alisnya terangkat melihat monitor lain.

Sekali lagi dia tersenyum.

“Kandidat pertama … Min Yoongi.”

“NAMJOON-A! SEOKJIN-HYUNG! JEON JUNGKOOK! PARK JIMIN! KIM TAEHYUNG! OH SENA!!”

Menjelang pagi, hutan terdengar begitu berisik oleh teriakan seorang pria. Siapa lagi dia kalau bukan Yoongi. Di sebelahnya, ada Hoseok yang setia menemani.

Hyung, kita istirahat sebentar.”

Shireo. Aku tidak lelah. KIM NAMJOON! HYUNG!! JUNGKOOK-A! JIMIN!! TAEHYUNG-A!! OH SENA!! DIMANA KALIAN?!!”

Hyung….”

Yoongi langsung menepis tangan Hoseok. “Kalau kau lelah istirahat saja. Aku akan mencari mereka sendiri.”

“Tapi Hyung—”

“OH SENA!!! KIM NAMJOON! KIM SEOKJIN!! JEON JUNGKOOK! PARK JIMIN!! KIM TAEHYUNG!!”

Hoseok menghela napas. Susah, susah sekali menghentikan Yoongi yang sangat keras kepala. Mau tak mau dia tetap berjalan di belakang Yoongi sambil memegang dua rantai Herder.

“SENA!! YAA!! JAWAB AKU!”

“Yoongi Hyung!

Suara familiar itu reflek menghentikan mereka dan membuat mereka menoleh. Pupil mata Hoseok melebar, begitu juga dengan Yoongi.

“Park Jimin!” pekik Yoongi semangat sambil menyeret kakinya mendekati Jimin yang tak jauh dari mereka. Namun langkahnya mendadak berhenti begitu melihat siluet pria lain di belakang Jimin. “Kau….”

Ro tersenyum. “Oh hai, Pangeran. Senang bertemu denganmu lagi.”

Sayangnya tidak untuk Yoongi. Pangeran nomor dua itu dengan rahang mengeras langsung menerjang pria itu. Menjatuhkan dan menindihnya, lantas melayangkan pukulan sebanyak mungkin.

“Bangsat! Kenapa kau muncul lagi di depanku, hah?! Kau masih punya muka setelah melakukan itu padanya?!”

Jimin mendudukkan Taehyung di bawah pohon, lalu menarik Yoongi untuk tidak memukuli Ro lagi.

“Lepaskan aku! Akan kuhabisi brengsek itu sekarang juga!”

Hyung! Dia menolong kami!”

Yoongi otomatis terdiam sambil menoleh pada Jimin. “Apa?”

“Dia menolong kami,” ulang Jimin.

Yoongi memicingkan matanya. “Kau sedang mencoba melindunginya?”

Jimin menggeleng tegas. “Dia benar-benar sudah menolong kami, Hyung.”

Belum sempat Yoongi menyahut, terdengar lagi suara pukulan.

Jung Hoseok.

Pria itu memukul Ro seperti orang kesetanan.

Jimin dan Yoongi tidak bergerak sekalipun. Terlalu terkejut melihat Hoseok yang biasanya kalem mendadak anarkis.

Kedua pangeran ini baru beranjak setelah melihat wajah Ro yang nyaris hancur.

“Bajingan! Kau tidak pantas hidup, brengsek! Kau harus membayar apa yang telah kau coba lakukan padanya! Yaa! Lepaskan aku! Biarkan aku membunuhnya!!”

Satu pukulan dari Yoongi berhasil membuat Hoseok tersadar.

“Hentikan. Jangan lakukan apa pun lagi.”

Wae?” tanya Hoseok tak terima. “Kenapa aku harus berhenti? Bukannya tadi kau juga memukulnya?”

Satu pukulan lagi melayang ke wajah tampan Hoseok.

Jimin menatap memohon pada Yoongi.

“Itu sudah cukup, Seok-a. Jangan membunuhnya.”

“Hah! Hahahaha. Konyol sekali kau, Hyung. Kau selalu bicara padaku kalau kau ingin membunuhnya. Kau juga memukulnya tadi. Tapi kenapa kau tidak memperbolehkanku membunuhnya?!”

“Aku tidak mau kau menjadi pembunuh, Jung Hoseok!”

Kalimat itu otomatis membungkam mulut Hoseok.

“Aku bilang ingin membunuhnya, memukulnya, tapi itu bukan untuk kau lakukan juga. Aku tidak peduli entah nanti aku jadi pembunuh atau tidak, tapi aku tidak ingin kau ataupun yang lain ikut-ikutan menjadi pembunuh. Kau adalah pangeran, Jung Hoseok. Ingat ibumu.”

Jimin pun merenggangkan pelukannya pada Hoseok.

“Lalu kau sendiri bagaimana, Hyung? Kau juga pangeran.”

“Aku tidak peduli pada kompetisi ini. Aku tidak punya niat sedikitpun untuk menjadi penerus raja. Oh Sena jauh lebih penting bagiku.”

Setelah bicara begitu, Yoongi pun beranjak pergi meninggalkan mereka. Memasuki area hutan sendiri bersama tiga Herder yang mengawal jalannya.

Ya, dia tidak peduli pada kompetisi aneh ini.

Karena sejak datang kemari, yang ada di pikirannya hanya Oh Sena.

Dia ingin melindungi gadis itu.

Bahkan meski dia harus melepaskan diri dari kerajaan.

TBC

Advertisements

4 Replies to “Freak Hwarang #19”

  1. Abang yoongi kamu kerennnnnn…pantes si abang kandidat pertama..hihihi..wah wah yg lg mesra, ingat sm yoongi sena…sena sm yoongi aja thor, q mendukung mereka…secepatnya ya thor d publish

    Liked by 1 person

  2. Kok malah seneng sama couple namjoon sena ya. Feelnya dapet :’). Mungkin karena yoongi sena dah sering wkwk. Pliseu thor sena sama namjoon aja ya :’)). Jarang nih ff bts all member main cast sama lead male nya namjoon :’).

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s