Swag Couple Series [#19 Park Jimin]

ohnajla || romance, schoollife || Teen || chaptered

Min Yoonji (OC) aka Yoongi lil sister

Park Jimin BTS 

Min Yoongi aka Suga BTS 

Jeon Jungkook BTS

other cameo

**

Intro Boy ver | Intro Girl ver | Want You More

Don’t Mess With Me | Oppa | Nobody Like You

Punishment | Bad But Sweet | Who Are You (1)

Pick Me (1) (2) (3)Who Are You (2) | Chatroom (1) (2) (3)

April Fools’ | Oppa (2)

 

Jimin adalah anugerah pertama di keluarga Park. Dia berusia 17 tahun, punya mata yang sipit, hidung kecil, badan mungil, tangan imut dan wajah manis. Dan dia memiliki seorang adik perempuan bernama Park Jihyun. Sama-sama berbadan mungil, sipit, hidung kecil, bertangan imut dan manis.

Tapi meskipun mereka mirip, nasib mereka sangat berbanding terbalik.

Jimin itu seperti manusia yang dibenci oleh Dewi Fortuna, sedangkan Jihyun sangat disayang Dewi Fortuna.

Hanya keajaiban yang bisa membuat Jimin mendadak hoki.

Seperti mengencani si cantik Min Yoonji contohnya.

Jihyun saja sampai tidak percaya kalau kakaknya yang sangat tidak hoki itu tiba-tiba berkencan dengan eonni tercantik di SMA Bangtan.

Jinjja-yo? Kau berpacaran dengan Min Yoonji eonni?!” seru Jihyun setelah mendengar kabar bahwa kakaknya mengencani alumni SMP-nya yang terkenal paling cantik.

Jimin menggaruk kepala belakangnya sambil tersipu. “Ya … begitulah.”

“Wah … daebak. Bagaimana bisa dia mau denganmu? Apa jangan-jangan kau menghipnotisnya saat kau mengungkapkan perasaanmu?”

Jimin langsung menjitak kepala adiknya sambil mendesis kesal. “Mwo-ya?”

Ya, begitulah. Bahkan Jihyun saja tidak percaya kalau Jimin berhasil mengencani seorang bibit unggul dari keluarga Min.

Di awal kencan mereka, Yoongi sebenarnya antara terkejut dan sebal. Sebagai seorang kakak, tentu Yoongi menginginkan yang terbaik untuk adiknya, bahkan dalam urusan kekasih.

Kalau ditanya seperti apa pria yang diinginkan Yoongi untuk menjadi pacar Yoonji, sebenarnya tidak ada ukuran tipe sih. Yang penting tampan, kaya, mandiri, bisa bersabar dengan tingkah tsundere adiknya, perhatian, penyayang, mudah diandalkan, pokoknya ciri-ciri pangeran sempurna lah. Kalau disuruh mencontohkan siapa, setidaknya pria itu sebelas duabelas dengan temannya, Kim Seokjin.

Eh ternyata, Yoonji malah berpacaran dengan seorang anak yang pernah di­-bully-nya, Park Jimin.

Bagaimana dia tidak shock?

Yeah … pasti kalian terkejut mendengar fakta kalau Yoongi dulu pernah membully Jimin sebelum anak Park itu mengencani adiknya.

Yoongi itu, setampan-tampannya, sekeren-kerennya, sewibawa-wibawanya, dia itu tetaplah seorang remaja berandal. Iya sih, dia memang sudah tidak merokok lagi seperti saat masih sekolah menengah, tapi kebiasaan itu tidak bisa dihilangkan begitu saja. Di SMA, dia meninggalkan rokok, dan menjadikan kegiatan membully orang sebagai pelarian. Dan korban favoritnya adalah Park Jimin.

Park Jimin gampang disuruh-suruh. Beli makanan, jalan. Mencarikan contekan tugas rumahnya, jalan. Dia juga tidak banyak protes dan mengeluh. Korban yang sangat sempurna sekali. Jadi dia tidak harus memukulnya atau merampas uang sakunya seperti tingkah anak berandal yang lain.

Mungkin gara-gara status Jimin yang awalnya adalah korban tetap Yoongi, Jimin dan Yoonji pun menjadi dekat satu sama lain.

Di kelas 1, Yoonji memang lebih sering makan di kantin bersama Yoongi, Seokjin dan Hoseok. Karena dia tidak punya teman. Dan Jimin, juga selalu hadir di sana. Sebagai apalagi kalau bukan suruhan?

Dan di hari itu, Yoonji sedang dalam masa period-nya. Di tengah-tengah kegiatan makan siangnya, tiba-tiba saja dia mengeluh sakit. Yoongi langsung panik. Dia menanyai adiknya macam-macam yang hanya dijawab singkat oleh gadis itu. “Perutku sakit.” Barulah Yoongi mengerti apa maksudnya. Dia mengajak adiknya untuk ke ruang kesehatan. Sayangnya di sana tidak ada dokter yang jaga. Obat pereda nyeri datang bulan juga habis. Kalut karena Seokjin dan Hoseok tidak bisa bersama mereka saat itu, Yoongi pun terpaksa menelepon Park Jimin.

“Cepat datang ke ruang kesehatan sekarang juga, atau kubunuh kau.”

Mendengar ancaman itu, Jimin yang sedang menebus hukuman Taehyung membersihkan toilet pun cepat-cepat datang.

“Kau temani adikku di sini dulu. Aku harus mencari obat untuknya.”

Tanpa mendengar persetujuan Jimin, Yoongi langsung melesat pergi dari sana.

“Aaah….”

Jimin langsung menoleh ke asal suara. Dia pun menarik kursi di sebelah ranjang pasien dan duduk di sana. Dipandanginya bingung Yoonji yang sejak tadi mengeluh sambil memegangi perut bagian bawahnya.

“Kau baik-baik saja?”

Yoonji menggeleng sambil menggigit bibir bagian bawahnya. “Sakit….”

Jimin pun mengerti apa yang sedang terjadi pada Yoonji setelah mencermati ulang bagian mana yang dipegang gadis itu. Tentu saja dia sadar kalau Yoonji sedang dalam masa period. Ingat, dia punya adik perempuan, baru beranjak remaja pula. Jadi dia tahu betul apa yang menimpa Yoonji sekarang.

Tanpa bicara apa-apa dia beranjak ke lemari obat yang ada di sudut ruangan. Mengambil sebuah minyak angin lalu membawanya pada Yoonji.

“Coba olesi perutmu dengan ini,” katanya sembari memindahkan minyak angin itu ke tangan Yoonji, lalu menarik selimut untuk menutupi sebagian tubuh Yoonji.

Masih sambil mendesis kesakitan, Yoonji pun mengolesi perutnya dengan minyak itu. Jimin menunggu sambil membelakanginya. Baru berbalik kembali setelah Yoonji bilang selesai.

“Mau kuambilkan minum?” tawar Jimin setelah mendapatkan kembali minyak angin dari Yoonji.

Gadis itu hanya mengangguk.

Cepat-cepat Jimin berlarian menuju kantin, meminta ibu kantin untuk menyiapkan minuman hangat.

Yoonji meminum minumannya dengan baik.

Jimin pun kembali menyelimutinya setelah itu. Dia bahkan meletakkan kompres air panas di atas perut Yoonji.

“Adikku biasanya memakai kompres ini kalau sedang nyeri. Mungkin memang agak sedikit lambat tapi setidaknya sampai Yoongi hyung datang, kompres ini bisa membuat perutmu lebih baik. Tidurlah saja. Nanti aku akan membuat ijin pada seonsaengnim.”

Hari itu, tanpa disadari, Yoonji mulai jatuh cinta pada Park Jimin. Dia tertidur beberapa menit kemudian. Yoongi begitu datang langsung melongo. Dia tidak percaya kalau Yoonji sudah tertidur sebelum meminum obat. Padahal biasanya gadis itu tidak akan bisa diam apalagi tertidur sebelum meminum obat anti nyerinya. Dia menoleh pada Park Jimin, meminta penjelasan.

“Aku memberinya kompres air hangat, Hyung. Jihyun biasanya begitu kalau sedang datang bulan.”

Sama halnya dengan Yoonji, Yoongi pun sejak hari itu mulai menaruh sedikit kepercayaan pada Jimin.

Nah, jadi begitulah cerita singkat tentang Park Jimin. Hanya gara-gara satu kebaikannya, akhirnya dia mendapat lampu hijau dari Yoongi untuk berkencan dengan Yoonji. Bukan main senangnya Jimin, seperti baru saja mendapat jackpot.

Di hari pertama mereka kencan, ia mengajak Yoonji ke taman bermain.

Hari itu semua uang tabungannya selama sebulan penuh dia habiskan hanya untuk Yoonji. Membelikan Yoonji bando iblis—sementara dia mendapat bando malaikat, lalu permen kapas, es krim, tiket memasuki nyaris semua wahana, juga mempergunakan beberapa koin untuk memberi gadisnya boneka dari mesin boneka. Ternyata dia cukup ahli dalam memainkan mesin itu jadi pulang-pulang Yoonji membawa oleh-oleh satu Teddy Bear, satu boneka Eevee dan dua boneka Sally.

Yah … kira-kira begitulah Park Jimin. Dia benar-benar seorang malaikat. Malaikat yang bisa menarik hati adik seorang iblis –baca: Min Yoongi.

TBC

Advertisements

2 Replies to “Swag Couple Series [#19 Park Jimin]”

  1. Woahhhh jd begitu awal ceritanya, sweet bgt meskipun rd evil…baru skrng muncul adiknya jimin, q kira dia anak tunggal…korban pembullyan yg akhrx jd calon adik ipar..hihihi

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s