Freak Hwarang #22

ohnajla | fantasy, romance, brothership, friendship | general | chaptered | All BTS member & Oh Sena 

Raja kerajaan Savanah ingin memberikan tahta kerajaan pada salah satu pangerannya. Tapi, pemberian tahta itu tidak semudah itu. Karena Raja Savanah ingin kerajaan jatuh pada orang yang tepat. Maka dari itu, misi aneh pun keluar sebagai penentu kualifikasi.


previous chapter 

Sepulang dari kunjungan ke rumah Sena, raja langsung mendatangi rumah ibu Yoongi. Perasaannya sedang bahagia sekarang. Dan karena suasana hatinya itulah dia sangat ingin bertemu dengan wanita itu.

“Yoonbin-a, aku datang,” serunya lantang dengan intonasi penuh suka cita begitu membuka pintu dan menjejakkan kakinya di lantai rumah tersebut.

Jangan harap dia akan mendapat jawaban memuaskan dari selirnya yang satu itu. Hanya Min Yoonbin yang membuatnya harus menyia-nyiakan tenaga demi mencarinya. Dibukanya pintu kamar, tapi tidak ada siapa-siapa. Dibukanya kamar mandi, juga tidak ada siapa-siapa. Dan satu-satunya tempat yang belum dia lihat hanya satu. Dapur. Dan benar saja, Yoonbin sedang ada di sana. Memunggunginya sambil membuat kimchi.

Berhasil menemukan selirnya, Raja Bang tersenyum lebar. Dia pun mengendap-endap menghampirinya dan HUP!

“Kena kau.”

Yoonbin tidak bergeming. Tangannya masih sibuk mengaduk-aduk adonan kimchi begitu juga matanya yang tampak fokus dengan kegiatannya. Seakan-akan dia tidak menyadari bahwa ada seseorang yang sedang memeluknya dari belakang.

Bagi Raja Bang, tingkah Yoonbin ini sudah sangat biasa. Awalnya mungkin dia tidak suka, tapi lama-lama dia menyukainya, bahkan membuatnya gemas. Diciumnya leher wanita itu sampai menimbulkan bekas kecil. Dia akan terus melakukan itu sampai Yoonbin bersuara, setidaknya desisan kesakitan sudah cukup.

“Anakmu tampaknya sangat mencintai anakku, Sayang. Eotteohke? Kalau saja dia tahu kalau anakku-lah hadiah dari kompetisi ini, dia mungkin tidak akan menolak untuk menjadi penerus raja dan membiarkanmu menjadi permaisuriku.”

Yoonbin berhenti mengaduk adonan setelah mendengar itu. Tangannya tampak mengepal kuat. Dia sangat tidak mempercayai ucapan pria itu. Bagaimana bisa? Kenapa pria yang menjabat sebagai raja ini suka bertindak seenaknya sendiri?

Reaksi Yoonbin menimbulkan senyum tersendiri di paras raja. “Aku suka mendengarnya marah karena tidak mau jauh dari anakku. Bukankah dia sama sepertiku, Sayang? Kurasa kita memang sudah ditakdirkan untuk bersama.”

Pelukan raja makin mengerat. Amarah di dada Yoonbin makin membara. Dia sungguh benci dengan pria ini. Kenapa suaminya tega menyerahkannya pada raja sialan ini? Dia tidak butuh harta, dia tidak ingin anaknya mendapat tahta. Yang dia mau dari hidupnya adalah kebahagiaan untuknya dan putranya. Tidak yang lain. Dia sangat mengerti apa yang diinginkan Yoongi. Anaknya tidak pernah ingin menjadi pangeran, meskipun dia tampak sangat menikmati jabatannya. Terkadang dia merasa bersalah saat melihat Yoongi harus memakai pakaian kerajaan setiap harinya. Yoongi hanya ingin berpakaian seperti pria sebayanya, hidup seperti teman sebayanya. Bukannya sibuk berputar-putar di kerajaan mempelajari sistem pemerintahan kerajaan yang sangat rumit.

“Ah, aku tidak sabar menantikan hari itu datang.”

“Kenapa kau melakukan ini pada kami?”

“Hm?”

“Apakah kami sudah melakukan kesalahan padamu sehingga kau bersikap seperti ini? Tidak cukupkah hanya aku saja yang menderita dan sekarang kau juga membuat anakku ikut menderita?”

Raja menatap lamat sisi wajah Yoonbin yang masih tidak mau menoleh padanya. Paras Yoonbin memang tidak secantik ibu Seokjin, hidungnya juga tidak semancung hidung ibu Hoseok, matanya tidak sebulat mata ibu Jungkook. Tapi ada satu hal yang dia suka dari paras wanita ini. Penuh kharisma. Menarik saat diam, mempesona saat tersenyum. Itulah kenapa raja lebih menyukainya daripada yang lain.

“Kau menderita karenaku?”

Yoonbin menelan ludahnya susah payah. Rasanya dia ingin menangis dan meraung. Tapi dia tidak mau melakukan itu karena itu hanya akan membuatnya kelihatan lemah saja.

“Ya, aku sangat menderita karenamu.”

Wae? Aku hanya ingin kau menjadi pengganti permaisuriku. Apakah itu sangat berlebihan? Oh ayolah, kau ini selir. Selir yang diangkat menjadi permaisuri adalah bentuk penghormatan dari raja. Kau tidak perlu lagi bersusah payah membuat kimchi seperti sekarang ini, Sayang. Yang harus kau lakukan sebagai permaisuriku adalah bersenang-senang denganku, itu saja.”

Yoonbin memejamkan matanya dengan erat. Berusaha meredam amarahnya yang sudah tidak bisa ditolerir lagi.

“Lagipula Yoongi tidak akan menderita lagi setelah menjadi penerusku. Toh dia akan mendapatkan anakku. Bukankah itu sangat adil?”

“Kau sungguh licik.”

Raja tersenyum puas. Dia membalik tubuh Yoonbin, meraih tangan kanan wanita itu yang warnanya telah berubah merah karena bumbu kimchi. Tanpa pikir panjang dia memasukkan jari-jari kurus wanita itu ke mulutnya. “Kau mengenalku dengan baik, Sayang. Sekarang aku menagih jatah. Kau sudah membuatku menahan diri selama dua minggu ini karena menstruasimu, Sayang. Tiga hari, bagaimana?”

Yoonbin hanya bisa tersenyum kecut dan pasrah dengan takdirnya. Dia tidak protes saat raja tiba-tiba mengangkatnya lalu membawanya ke kamar. Air matanya menitik tatkala dia mengingat kembali paras dan kata-kata suaminya sebelum meninggalkannya di sini bersama Yoongi.

“Apa pun yang terjadi, kumohon jangan pernah meninggalkan istana, Sayang. Jangan pernah melawan apa kata Raja, arachi? Seberat apa pun tolong bertahanlah, setidaknya untuk anak kita. Jaga Yoongi dengan baik. Nantinya kalau aku mati di medan perang, dialah yang akan menggantikanku untuk menjagamu. Saranghae.”

Nado saranghae, gumam Yoonbin tanpa suara.

Yoongi sedang berbaring di kamar hanya dengan Taehyung saat Namjoon datang. Dia yang awalnya melamun sambil melihat dinding-dinding kamar pun langsung memejamkan mata, berpura-pura tidur. Dia sedang tidak ingin bicara dengan pangeran ke-4.

Namjoon yang sebenarnya tidur di tengah, kali ini berbaring di tempat Hoseok, tepat di sebelah kanan Yoongi. Karena tubuhnya yang terlampau tinggi, kakinya sampai melebihi batas tempat tidur lantai berbahan wol itu. Tapi dia tidak peduli.

“Aku yakin kau belum tidur, Hyung.”

Yoongi tetap dalam kepura-puraannya tanpa sedikitpun bergerak atau merespon.

Namjoon menghela napas. “Aku tahu. Kau dan ibumu selama ini sudah sangat menderita karena raja. Aku bisa mengerti bagaimana rasanya. Kalau saja aku punya kekuasaan seperti raja, mungkin aku akan membantumu untuk keluar dari istana.”

Pangeran kedua tetap bergeming. Namun dia mendengar semua yang dikatakan Namjoon.

“Sama seperti ibumu, ibuku juga tidak menyukai raja. Tapi harus bagaimana lagi? Selama ini kami hidup karenanya. Memberontak raja akan sama saja dengan bunuh diri secara sukarela. Aku merasa tak berguna karena eomma tetap bertahan karenaku. Anak yang tidak tahu diuntung ini.”

Namjoon mulai merasa sesak sendiri. Dia rindu ibunya. Apa kabar ibunya yang diberi jabatan sebagai ketua departemen Gisaeng. Ibunya sangat menolak jabatan itu, karena menjadi ketua sama saja dengan menjerumuskan para gadis kerajaan dalam lubang hitam. Namun raja memaksa, dan mengancam akan menarik gelar pangeran dari Namjoon atau parahnya menendang keluar mereka dari kerajaan. Itulah kenapa ibunya lebih memilih untuk bertahan demi Namjoon.

“Awalnya aku tidak suka berada di sini. Di sini membuatku jauh dari kemewahan yang aku punya. Aku harus melakukan segala sesuatu yang sangat tidak kusuka, melakukan hal-hal yang tidak mewah, harus rela kotor setiap hari. Tapi setelah dia berhasil menyentuh bagian tersembunyi dalam diriku, entah kenapa perspektif-ku akan tempat ini menjadi berbeda. Tempat ini jauh lebih baik, eomma pasti akan suka berada di sini, begitu pikirku. Apakah kau juga sempat berpikiran begitu, Hyung?”

Perlahan namun pasti mata kecil Yoongi terbuka. Manik hitamnya bergerak-gerak kecil saat memandangi langit-langit kamar. Kamar ini memang tidak sebagus kamarnya di istana, tapi seperti yang dibilang Namjoon, tempat ini jauh lebih baik. Entah bagaimana dia terbayang-bayang akan wajah ibunya dan Sena. Ya, Sena.

“Aku bermimpi ingin hidup bahagia di sini bersama eomma. Juga bersamanya, Oh Sena.”

Namjoon reflek menoleh. Terbesit rasa tidak suka dalam dirinya setelah Yoongi menyebut nama Sena. Oh yeah … dia memang datang untuk membahas Sena. Dia sudah bertekad untuk menahan emosinya. Namun ia rasa dia gagal. Mendengar nama seseorang yang berharga untuknya disebut oleh pria lain, terlebih pria itu adalah Yoongi, Namjoon tidak terima.

“Kenapa kau tiba-tiba seperti ini, Hyung? Bukannya sejak awal kau tidak menyukainya?”

Senyum miring tercetak di wajah putih Yoongi. “Pertanyaan itu juga berlaku padamu, Namjoon-a. Kau kira hanya aku yang tidak suka padanya di awal? Kau juga. Semuanya juga. Berhenti bersikap naïf, Kim Namjoon.”

“Ah, sepertinya kau benar. Tapi kau harus tahu sesuatu, Hyung. Sena tidak pernah takut saat kupeluk.  Dia bahkan tidak protes saat kucium. Berbeda sekali ya dengan sikapnya padamu. Padahal seharusnya dia lebih takut padaku daripada padamu.”

Tiba-tiba Yoongi duduk dan langsung menarik kerah baju Namjoon. Mata kecilnya menyorot nyalang. Wajahnya yang tegang makin tegang saja saat mendapati seringaian di wajah adiknya itu. Dia sungguh tidak terima dengan apa yang barusan diucapkan Namjoon.

“Apa yang sedang kau rencanakan padanya, huh? Malhaebwa.”

Namjoon menggendikkan bahu. “Merencanakan apa? Aku tidak tahu maksudmu, Hyung.”

BUG!

Namjoon kembali berbaring di tempat Hoseok setelah Yoongi menghadiahi wajahnya dengan pukulan keras. Pipinya terasa berdenyut-denyut. Namun itu bukanlah apa-apa. Dia kembali duduk sebelum Yoongi menarik kerah bajunya lagi.

“Aku tidak akan pernah memaafkanmu kalau kau berani menyentuhnya.”

Namjoon menepis tangan hyung-nya kasar. Amarahnya juga ikut tersulut. “Kau pikir aku sama dengan si brengsek itu, huh? Menyerahlah, Hyung. Apakah kau akan terus-terusan tutup mata? Sudah jelas siapa yang dipilihnya. Dan orang itu bukan kau.”

Yoongi tersenyum kecut. Merasa lucu dengan kalimat Namjoon. “Apa kau bisa membaca pikiran seseorang, huh? Atas dasar apa kau bisa bicara begitu? Hanya karena dia tidak protes saat kau peluk? Hah. Bagaimana dengan Seokjin hyung? Daripada kau, dialah yang lebih sering berpelukan dengan Sena. Jadi menurutmu Sena juga menyukai Seokjin hyung? Gampangan sekali gadis itu.”

BUG!

Giliran Yoongi yang menerima bogem mentah. Tidak seperti Namjoon yang sampai terhempas. Dia hanya menoleh. Menggertakkan gigi-giginya sambil memejamkan mata.

“Jaga bicaramu, Hyung. Tidak peduli meskipun kau lebih tua dariku, aku tidak akan segan memukulmu jika kau bicara seperti itu tentang Sena.”

Seperti bukan apa-apa, Yoongi terkekeh. Dia kembali mengarahkan pandangannya pada Namjoon. “Intinya tidak ada satu pun dari kau dan aku yang tahu siapa orang yang disukainya ‘kan?”

“Kau—”

Wae? Apa aku salah bicara?” Yoongi terkekeh lagi. “Kenapa kita tidak kembali ke istana sekalian, bersaing satu lawan satu untuk menjadi raja dan siapa yang nantinya menang, berhak atas Sena seutuhnya?”

Namjoon menatap Yoongi tak mengerti. “Kau ingin melakukan itu meskipun kau tahu apa konsekuensinya pada ibumu?”

“Entah kenapa aku berubah pikiran. Kau harus berkorban untuk mendapatkan apa yang kau inginkan, Namjoon-a.”

Hyung….”

Wae? Kau tidak mau? Kalau kau tidak mau ya sudah. Intinya kau adalah pengecut. Loser.”

Namjoon meraih kerah baju Yoongi lagi. Hampir saja bogem-nya jatuh ke wajah Yoongi seandainya Taehyung tidak bertindak dengan meraih pergelangan tangan Namjoon dengan kruk­-nya. Dua pria itu otomatis menoleh pada lelaki yang sejak tadi dilupakan keberadaannya.

“Di sini bukanlah tempat untuk berkelahi, Hyungdeul. Berkelahilah di luar, kalian hanya mengganggu tidurku saja.”

Taehyung lantas menarik kembali kruk­-nya tanpa sekalipun berniat menunggu balasan dari mereka. Dia berbaring lagi di tempatnya. Mencoba untuk menyambung tidurnya yang sempat terputus karena mereka.

Yoongi pun melepas paksa tangan Namjoon dari pakaiannya. Tanpa bicara apa pun dia segera keluar dari kamar itu.

Namjoon sendiri mengepalkan tangan.

Tidak akan kubiarkan kau mengambilnya dariku.

TBC

Advertisements

4 Replies to “Freak Hwarang #22”

  1. Yeeyyyyyyy tebakan q benerkan klo sena itu anak raja, kompetisi sebenarnya adalah hadiahnya sena menarik thor…kok senanya ngak muncul disini padahal q ingin taU siapa Yg disukai sena, maaf ya thor cerita agak pendek, sm yoongi aja ya thor sena, jgn sm namjoon, hihihi..yg lain pd kemana ya thor, klo jUngkook T sebenarnya suka ngak sih sm sena, semoga minggu depan ceritanya lebih panjangnya…semngatttt

    Liked by 1 person

  2. sudah kudugong sena anaknya raja. tp gue msih pnasaran alesannya raja ninggalin sena di hutan itu apa. dan yah akhirnya yungi sama namjoon gelut juga. oh ya aku nungguin epep ini dari abis sahur sampe malem ko blm d publish juga kirain lupa tp trnyata nggak 😀 haha. iya iya aku tau km sibuk. eh apalagi ya, emmm.. gitu aja kli yah mangatse. oh ya yg BH moga gk lupa juga. (nagih mulu deh gue)

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s