Swag Couple Series [#21 Dream]

ohnajla || romance, schoollife || Teen || chaptered

Min Yoonji (OC) aka Yoongi lil sister

Park Jimin BTS 

Min Yoongi aka Suga BTS 

Jeon Jungkook BTS

other cameo

**

Intro Boy ver | Intro Girl ver | Want You More

Don’t Mess With Me | Oppa | Nobody Like You

Punishment | Bad But Sweet | Who Are You (1)

Pick Me (1) (2) (3)Who Are You (2) | Chatroom (1) (2) (3)

April Fools’ | Oppa (2)  | Park Jimin  | Date

 

Sepasang kakak beradik Min baru pulang dari kencan mereka pukul 8 malam. Keduanya sudah makan malam diluar jadi begitu sampai mereka pun lekas membersihkan diri dan pergi tidur. Yoonji yang merasa bahwa energi tubuhnya terkuras habis langsung membaringkan diri di ranjang dan bergelung di bawah selimut. Dia tidak peduli kenapa kakaknya lama sekali di kamar mandi yang pasti matanya sudah tidak bisa ditolerir lagi.

Pagi itu Yoonji terbangun berkat suara melengking ibunya. Dia mengerjap-ngerjap, berusaha membiasakan matanya dengan cahaya matahari yang masuk melalui celah-celah tirai jendela kamar. Hanya butuh waktu beberapa detik sampai dia menyadari bahwa dia terlambat pergi ke sekolah. Otomatis dia terduduk dan melihat tempat kakaknya. Bibirnya berdecak karena kakaknya sudah tidak ada di sampingnya. Sial, jadi Yoongi tidak membangunkannya?

Segera Yoonji turun dari ranjang, dan berlarian menuju kamar mandi rumah melalui pintu mint.

Saat dia baru akan membuka pintunya, seseorang dari luar sudah mendahuluinya.

Yoongi.

Matanya membelalak.

Bukan karena Yoongi sudah duluan memakai kamar mandi.

Melainkan pakaian yang Yoongi kenakan sekarang.

Oppa, kenapa kau berpakaian seperti itu? Kau tidak akan masuk sekolah?”

Yoongi tidak memakai seragam. Melainkan fashion serba hitam yang dimulai dari topi, masker, coat, jeans, sepatu. Seperti orang yang akan bepergian.

Bepergian?

Yoonji reflek menoleh ke belakang, lebih tepatnya pada sisi hitam di ruangan ini. Di sanalah benda itu. Sebuah koper dan ransel yang sudah siap di dekat kaki meja yang entah bagaimana meja itu sudah bersih.

Kembali dia memandang kakaknya. “Oppa jangan bilang kau….”

Yoongi tersenyum getir di balik masker hitamnya. Dia mendorong tubuh Yoonji agar dia bisa menutup pintu, lalu meraih tangan gadis itu dan mengajaknya untuk duduk di tepi ranjang.

“Aku akan pergi ke Amerika hari ini.”

Yoonji terkesiap. “H-hari ini?”

Yoongi mengangguk. Dia meraih tangan adiknya yang satu lagi, sempurna, kedua tangan mereka saling menggenggam. “Hm, hari ini aku harus berangkat.”

“Kenapa … sangat tiba-tiba?”

“Minggu depan sudah masuk ajaran baru, jadi aku sudah harus berada di sana mulai besok. Maaf tidak memberitahumu sebelumnya.”

Yoonji menatap kakaknya baik-baik, berusaha menemukan celah bahwa kakaknya itu sedang mengerjainya. Yoongi menyadari tatapan Yoonji. Pria itu menggeleng, meremas pelan tangan adiknya sambil berkata. “Aku sedang tidak bercanda, Yoonji-a. Aku benar-benar harus pergi hari ini. Mian.”

A-aniya, kau bercanda … Oppa.”

Yoongi menatap sendu kedua mata Yoonji yang mulai berkaca-kaca. Tak ada yang bisa dia lakukan selain menggeleng, mengingkari kata-kata Yoonji.

“Kita harus berpisah, adik kecil.” Suara Yoongi terdengar melemah, menimbulkan serak yang seksi tapi sarat penyesalan untuk kondisi sekarang.

Yoonji mengangkat wajahnya untuk menghadap langit-langit kamar saat dia ingin berkedip. Air mata tidak akan jatuh kalau dia melakukan itu, dan memang benar, air matanya hanya tertahan di pelupuk.

“Kita baru berkencan kemarin, Oppa. Kenapa kau setega ini padaku?”

Sentuhan lembut mendarat di pipi putih Yoonji. Mengirimkan sebuah kehangatan yang menenangkan namun justru membuat gemuruh besar di dada Yoonji.

Setetes air mata lolos.

“Mulai sekarang kau harus bisa melakukan semuanya sendiri.”

“Bangunlah lebih pagi kalau kau tidak berani berangkat sekolah sendiri.”

“Mintalah Jimin mengantarmu pulang kalau takut.”

“Jangan bertengkar dengan Jimin, eo? Nanti siapa lagi yang akan membantumu kalau sedang kesulitan?”

“Cobalah cari teman yang banyak mulai sekarang.”

“Kalau ada kebutuhan mendesak dan Jimin sedang tidak bisa dimintai bantuan, telepon saja Seokjin atau Hoseok. Mereka kuliah di Seoul.”

“Aku akan sering-sering meneleponmu.”

“Tapi kalau kau sangat merindukanku kau bisa video call denganku.”

“Aku tidak yakin apakah aku bisa melakukan ini, tapi sebisa mungkin aku akan sering pulang.”

“Pakailah baju yang hangat sewaktu musim dingin.”

“Jangan bandel makan es krim kalau sedang flu.”

“Aku akan menjagamu dari jauh.”

Wajah cantik Yoonji sudah berurai air mata, namun dia sama sekali tidak terisak. Dia tidak protes ketika Yoongi memeluknya, justru dia malah memeluk balik kakaknya itu, membasahi bagian bahu kakaknya dengan air mata.

“Haruskah kau pergi?”

Yoongi tak menjawab.

“Apakah kau akan tetap di sini kalau aku melarangmu pergi?”

Yoongi masih diam.

“Apakah aku harus memutus tali tasmu, dan menghilangkan roda kopermu untuk menahanmu tetap di sini?”

Oppa jawab aku!”

Yoongi menghela napas. Ia pun membenamkan wajahnya di ceruk leher Yoonji. “Sudah terlambat, Yoonji-a. Harusnya kau melakukan itu kemarin. Aku menunggumu melarangku, tapi kau hanya diam dan membiarkanku pergi.”

Yoonji menggeleng kuat. “Aku tidak mau berpisah denganmu! Jangan pergi kumohon. Kajima….”

Pria itu melepaskan pelukannya lantas mencium lembut dahi Yoonji. “Kita masih berada di dunia yang sama, Sayang. Hanya berbeda negara saja.”

Tapi Yoonji masih menggeleng tak rela. Dia bahkan mencengkram kuat lengan Yoongi agar tidak pergi darinya. “Tapi aku tidak mau berpisah denganmu, Oppa!! Kumohon, Oppa … jangan pergi. Tetaplah di sini.”

Yoongi melepas tangan Yoonji paksa. Sekuat-kuatnya Yoonji, tentu masih kuat dia karena dia adalah pria. “Jagalah dirimu baik-baik. Aku harus berangkat sekarang. Selamat tinggal.”

Yoongi segera bangkit, mengambil tas dan kopernya lantas melesat cepat keluar dari kamar. Yoonji yang masih duduk di tepi ranjang langsung berjingkat setelah menyadari kalau kakaknya serius akan pergi.

Oppa!! Kajima jebal!!”

Yoonji berlari dengan cepat, tapi Yoongi lebih cepat. Beruntungnya Yoonji masih bisa menahan kakaknya sebelum pria itu masuk ke dalam mobil.

Oppa kumohon … jangan pergi.”

“Aku harus pergi, Yoonji-a.”

Andwae!! Aku tidak mau berpisah denganmu, Oppa!! Jebal … tetaplah di sisiku.”

Seseorang yang tak lain adalah ibu mereka tiba-tiba saja memeluk Yoonji dari belakang. Otomatis Tangan Yoonji terlepas dari lengan Yoongi.

“Cepat masuk ke mobil,” perintah sang ibu pada Yoongi.

Yoonji tiba-tiba saja memberontak seperti ayam yang tertangkap ketika Yoongi memasukkan koper dan ranselnya ke dalam bagasi lalu tubuhnya hilang di balik kendaraan beroda empat itu. Mobil itu pun bergerak pelan meninggalkan rumah mereka. Nyonya Min yang sudah tidak kuat menahan Yoonji pun melepaskannya, membiarkan Yoonji berlarian mengejar mobil tersebut hanya dengan sandal rumah.

Sayang sekali Yoonji tidak bisa menghentikannya. Mobil itu melaju dengan cepat tidak sebanding dengan langkahnya.

Oppa!!!

“Yoonji-a? Gwaenchana?”

Yoonji menoleh ke asal suara. Dia tiba-tiba saja terbangun dan duduk sambil memanggil kakaknya. Wajahnya entah bagaimana sudah basah oleh air mata dan dadanya terasa bergemuruh. Perasaannya berubah tenang ketika melihat Yoongi berada di sampingnya, duduk bersandar pada dashboard ranjang, dengan TV menyala.

Gadis itu bergeser mendekati kakaknya, memeluknya erat dari samping. Yoongi yang tidak tahu apa pun ikut memeluk adiknya sambil mengusap wajah basah Yoonji.

“Mimpi buruk?”

Yoonji mengangguk. Air matanya mendesak terus keluar dan dia pun lebih memilih menutup mata. Membiarkan Yoongi menghapus air mata itu untuknya. Dia hanya ingin menikmati semua hal yang Yoongi lakukan padanya.

“Apa suara TV mengganggumu?”

Ia menggeleng. Menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Yoongi. “Tidak.”

“Lalu kenapa? Ceritakan padaku tentang mimpimu.”

Kajima.”

“Hm?”

Kajima,” ulang Yoonji dengan suara serak. Dia tidak bisa menjaga dadanya tetap baik-baik saja. Mimpi itu terasa sangat nyata.

“Jangan pergi, Oppa. Kumohon. Jangan pernah pergi meninggalkanku. Bohong kalau aku bilang aku bahagia andai kau pergi. Aku tidak membutuhkan Jimin. Yang kubutuhkan di dunia ini hanya dirimu. Tidak masalah kalau aku tidak punya teman sampai tua nanti, yang pasti aku masih memilikimu. Aku tidak sedewasa usiaku, Oppa. Aku masih adik kecilmu, selamanya akan menjadi adik kecilmu. Jadi kumohon, tetaplah di sisiku, hm?”

Kata-kata itu adalah kalimat terpanjang yang Yoongi dengar hari ini. Kata-kata yang sekaligus menggetarkan hatinya. Apakah Yoonji baru saja mengungkapkan isi hati padanya?

Senyum di wajah Yoongi pun mengembang. Dipeluknya erat tubuh itu dan mencium puncak kepalanya lembut.

“Hm. Oppa akan selalu ada di sisimu, Sayang. Terima kasih sudah jujur padaku.”

Sarang … hae.”

Ungkapan yang terdengar manis namun canggung di waktu yang bersamaan itu membuat Yoongi mendengus geli. Oke, jujur dia sangat tersentuh dengan ungkapan itu. Ini pertama kalinya Yoonji mengucapkan cinta secara langsung.

Nado saranghae, dongsaengie.”

Mereka saling diam sebentar sebelum tiba-tiba Yoongi mendapati sesuatu di tempat tidur adiknya.

“Yoonji-a, perutmu sakit?”

“Sedikit.”

“Mau kubelikan pembalut?”

Yoonji sontak mendongak, menatap bingung kakaknya sebelum dia menoleh ke tempat tidur. Sontak matanya membelalak lebar.

Oppa….”

Yoongi tersenyum simpul. Dia mengacak rambut Yoonji sebelum turun dari ranjang. “Diam saja di sana. Akan kubelikan dulu pembalutnya.”

“Kau tidak akan lama ‘kan?”

Pria itu menggeleng. “Aku akan sangat cepat. Tunggu dan diam di sana, hm?”

Yoonji mengangguk patuh. Yoongi tersenyum dan memberinya kiss fly sebelum menghilang di balik pintu.

TBC

Advertisements

2 Replies to “Swag Couple Series [#21 Dream]”

  1. kampret daku hampir menangos Di awal2 eh ternyata cuma mimpi. fyuhhh… yeah yoongi jgn pergi gue juga gk rela km ke amrik, ntar klo km prgi nasib anak2 kita gimana dong?.haha . dan dimana ada yungi di situ ada pembalut. ngakakin bias dosa gk yaa.. daebak suka selalu tulisan km. oke fighting. eh btw apa disini cmn gue doang yg suka yungi pake baju serba item. i love yoongi in black.

    Liked by 1 person

    1. aku juga suka Yoongi pake all black T^T kontras banget sama warna kulitnya :”) kayak gula dibajuin(?)
      ngakakin bias ga dosa kok 😀 aku juga mesti ngetawain Yoongi *LOL* karena dia butuh diketawain(?)

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s