Freak Hwarang #26

ohnajla | fantasy, romance, brothership, friendship | general | chaptered | All BTS member & Oh Sena 

Raja kerajaan Savanah ingin memberikan tahta kerajaan pada salah satu pangerannya. Tapi, pemberian tahta itu tidak semudah itu. Karena Raja Savanah ingin kerajaan jatuh pada orang yang tepat. Maka dari itu, misi aneh pun keluar sebagai penentu kualifikasi.


previous chapter

Oke, jadi, ff ini akan berubah mood. Dari yang komedi menjadi cheesySo, silahkan move dari ff ini kalo engga suka cheesy thing(?).

Seokjin sekali lagi menatap kedua pangeran di depannya secara bergantian. Kemudian dia pun menghela napas.

“Sekarang apa lagi?” dengusnya dengan nada lelah. “Kalian ini seperti anak kecil saja.”

“Aku hanya tidak terima hyung ini mencuci rambut Sena dengan sampo anjing. Memangnya Sena yang sebesar itu terlihat seperti anjing?!” sahut Namjoon sambil melirik Yoongi dengan kesal.

“Aku tidak bilang begitu!” sergah Yoongi cepat. “Aku hanya memakai produk untuk anjing, bukan menganggapnya anjing.”

“Sudah tahu itu produk anjing kenapa kau tetap menggunakannya?!” bentak Namjoon tak terima.

“Itu karena dia tidak punya sampo! Dia juga tidak punya sabun! Pakai deterjen juga tidak mau! Kau pikir aku sengaja melakukannya?!” Yoongi pun tak mau kalah. Meski badannya kalah besar, dia sama sekali tidak gentar saat menantang Namjoon.

“Kalau memang tidak ada, tidak usah memaksakan!”

“Kau itu tidak tahu bagaimana baunya rambut si tarzan itu. Berterima kasihlah padaku karena kau tidak mencium bau kotoran sapi saat mencium rambutnya!”

Namjoon terdiam, ingin sekali dia membalas perkataan Yoongi namun apa daya dia tidak punya sebaris kalimat bantahan di kepalanya. Sejujurnya, dia sudah tahu bagaimana aroma asli rambut Sena. Dia pernah mencium rambut Sena saat mereka sedang tersesat di hutan.

“Sudah sudah, aku mengajak kalian kemari bukan untuk berdebat.” Seokjin pun bersuara untuk menyudahi perdebatan mereka. Kemudian dia meraih tangan kanan Namjoon dan Yoongi. “Sekarang, kalian harus berbaikan. Ayo.”

Shireo!” bantah Namjoon dengan cepat sambil menarik tangannya. “Aku tidak akan memaafkan orang yang sudah menggunakan produk anjing pada kekasihku.”

Yoongi mendengus sinis. “Kekasih? Atas dasar apa kau mengaku seperti itu?!”

“Toh mau dilihat dari sisi mana pun aku sudah menang darimu, Hyung!

“Kau bahkan belum menikahinya! Selama kalian belum menikah, tidak ada siapa pun di antara kita yang menang, Kim Namjoon.”

Namjoon menggeram marah. Sebelum Seokjin berhasil meraih tangannya lagi, dia pun segera berdiri. Menatap Yoongi tajam lalu beranjak pergi.

Yaa! Kim Namjoon!!” teriak Seokjin keras. Namun Namjoon sama sekali tidak berhenti.

Yaa!” Kali ini Yoongi yang berteriak.

Tahu-tahu, Namjoon terjungkal dan BRUK! Terbaring sudah dia di tanah.

Seokjin dan Yoongi pun bergegas menghampirinya.

“Makanya kalau dipanggil itu jawab!” ketus Seokjin dengan wajah kesal. Ia pun meraih satu tangan Namjoon dan menariknya kuat. Akan tetapi bukannya segera bangun, Namjoon justru bersikeras tetap dalam posisi tengkurap di atas tanah. Seokjin pun jadi makin kesal. “Yaa! Bangun! Jangan tidur di sini!”

Di sisi lain, Yoongi dengan arogannya melipat kedua lengan di dada, menatap Namjoon datar. “Marah ya marah, tapi kalau jalan itu lihat-lihat. Bangun. Aku tahu kau malu, tapi jangan membuat dirimu makin memalukan di situ.”

Namjoon pun akhirnya membiarkan tubuhnya ditarik ke atas oleh Seokjin. Wajahnya tampak tertekuk, dalam artian menahan malu. Dengan canggung dia pun berdiri sambil membersihkan tanah di pakaiannya.

Melihat tingkah Namjoon yang sedikit menggemaskan. Yoongi pun tersenyum tipis. Ia menepuk punggung pria itu sebelum berujar, “mianhae. Aku tidak akan lakukan apa pun lagi pada kekasihmu.”

“Itulah kenapa aku tidak mau ikut-ikutan menyukai Sena,” ujar Jungkook tiba-tiba setelah cukup lama suasana di belakang pondok Sena itu hening. Hoseok dan Taehyung yang ada di kanan kirinya spontan menoleh.

“Itu artinya kau pernah menyukainya?” tanya Hoseok dengan kedua alis terangkat.

Sambil melempar kerikil, Jungkook menggeleng, “Tidak juga. Atas dasar apa aku menyukainya? IU jauh lebih cantik.”

Hoseok mendengus. “Kau pikir gadis sepertinya sebanding dengan IU? Aigoo.”

“Kau sendiri bagaimana, Hyung?” Kali ini Taehyung buka suara.

“Aku?” Hoseok menoleh sambil menunjuk dirinya sendiri. “Aku juga tidak punya alasan untuk menyukainya.”

“Bagaimana denganmu, Hyung?

Taehyung menatap Jungkook lamat. “Aku tidak punya perasaan spesial padanya.”

“Yah … cukup hanya mereka berdua saja. Kita tidak perlu ikut-ikutan.” Ada jeda sebentar sebelum Hoseok melanjutkan kalimatnya. “Yang harus kalian tahu, mencintai orang yang sama itu rumit. Apalagi kalau saingan kita itu saudara kita sendiri. Aku hanya berharap kita tetap bisa bersama-sama sampai akhir nanti.”

Jungkook dan Taehyung mengangguk setuju.

Tak lama kemudian Jimin datang dari pintu belakang pondok dan ikut bergabung bersama mereka.

“Kalian sedang membicarakan apa?” tanyanya sambil mengamati satu persatu saudaranya.

“Bagaimana? Sena mau bicara denganmu?” Bukannya menjawab, Hoseok justru balik melempar pertanyaan.

Jimin tersenyum getir sambil menggeleng. “Dia sama sekali tidak keluar dari kamar.”

“Aku tidak mengerti kenapa dia menangis,” ujar Jungkook sambil menggaruk kepalanya. “Maksudku, apa alasannya menangis? Kurasa Yoongi hyung maupun Namjoon hyung sama sekali tidak melakukan sesuatu yang menyakitinya.”

“Dia memang bukan menangis karena itu,” sahut Taehyung kemudian.

“Lalu?” tanya ketiga pangeran bersamaan.

“Coba bayangkan jika kalian berada di posisinya. Dan kalian melihat dua orang yang telah kalian percaya saling bertengkar hanya karena kalian. Bagaimana?”

“Tapi dia kan bisa melerai. Dia bahkan bisa membunuh rusa besar. Tidak masuk akal sekali jika dia menangis hanya karena Yoongi hyung dan Namjoon bertengkar.”

Taehyung menggeleng dramatis. “Perempuan yang jatuh cinta akan sangat mudah terbawa emosi, Hyung. Kau kan tahu sendiri kalau akhir-akhir ini Sena sudah berubah.”

Jungkook mengerutkan dahi curiga. “Bagaimana kau bisa tahu soal seperti itu, Hyung? Kau ini bukan wanita.”

Hoseok ikut-ikutan curiga, begitu pula dengan Jimin. Taehyung membalas tatapan saudaranya satu persatu, lantas mendesah. “Mantan kekasihku banyak, aku tahu semua itu dari mereka.”

“Tidak heran,” sahut Jimin kemudian. Ya, sebagai pangeran berusia sama dengan Taehyung, Jimin tahu kalau Taehyung memang memiliki banyak sekali mantan kekasih. Hanya Taehyung pangeran yang berani seperti itu. Dia tidak tega menyakiti perempuan yang telah mengutarakan perasaan dan mengajaknya berkencan. Alhasil dia pun berkencan dengan para wanita itu dan putus karena ajakan wanita juga. Taehyung tidak bisa diajak berkomitmen pada hubungan serius.

Tak lama kemudian Namjoon, Seokjin dan Yoongi datang. Dua diantara mereka saling berkompetisi untuk duduk di sebelah Jimin duluan. Namjoon meski badannya lebih besar dan tinggi, memilih menyerah karena sopan santunnya pada Yoongi. Ia membiarkan Yoongi duduk di sebelah kosong Jimin, sementara dia menggeser Hoseok untuk memberinya tempat di samping Jimin juga.

“Sena mau bicara denganmu?” tanya Yoongi langsung pada poinnya.

Jimin yang ditanya tiba-tiba tampak bingung. Sementara itu Namjoon di sisi lainnya juga menanyakan poin yang nyaris sama.

“Apa yang dia bicarakan padamu?”

Pangeran paling kurang tinggi kedua setelah Yoongi itu hanya bisa menoleh ke kanan kirinya seperti orang kehilangan arah. Dia tak tahu harus jawab yang mana dulu.

Namun jawaban akan pertanyaan mereka diutarakan langsung dari mulut si objek pertanyaan.

Sena.

Gadis itu tiba-tiba saja datang dan memeluk Namjoon dari belakang. Kepalanya ditolehkan ke tempat di mana Yoongi dan Jimin duduk, membuat dua pria itu cemburu tanpa kata. Tubuh Namjoon sendiri menegang. Dia berusaha melihat ke belakang tapi jelas itu tidak akan mungkin terjadi. Tulang lehernya tidak seperti kucing.

“Kenapa kau tiba-tiba memukulnya, Orabeoni? Ekspresimu membuatku takut. Aku tidak mau kalian bertengkar dan babak belur seperti Jimin dan Taehyung dulu. Aku tidak mau kalian semua kenapa-napa lagi seperti saat kita berburu waktu itu.”

Namjoon secara otomatis menoleh pada Yoongi. Dan dua detik setelahnya Yoongi membalas tatapannya. Cepat-cepat dia pun menunduk. Tidak betah beradu pandang terus menerus dengan hyung-nya itu.

Perlahan diraihnya jemari mungil Sena di perutnya.

“Kurasa kita harus bicara empat mata.”

Sena langsung melepaskan pelukannya dan membiarkan Namjoon menariknya menuju tempat yang terbilang jauh dijangkau para pangeran. Dan karena hari masih pagi menjelang siang, Namjoon pun mengajak Sena berbicara sekalian jalan-jalan di hutan.

Namjoon dengan posesif mengeratkan genggamannya pada tangan mungil si gadis. Gadis itu sendiri menggunakan kedua tangannya untuk menggenggam tangan lentik Namjoon. Dia meski sudah terbiasa masuk keluar hutan sendiri, tapi bersama Namjoon, entah kenapa dia mendadak manja dan tidak ingin dibiarkan berjalan sendiri. Sesekali dia memekik saat kakinya terkena sesuatu.

Sampailah mereka di sebuah batang pohon tua yang hanya tersisa setinggi pinggang Namjoon karena ditebang. Namjoon berhenti kemudian mengangkat Sena dan mendudukkannya di batang pohon itu. Sementara dia sendiri tetap berdiri namun dengan menempatkan kedua tangan di kanan kiri gadis itu. Mengekangnya.

Ia pun memajukan wajahnya sampai napas mereka saling bertemu.

Sena yang masih belum terbiasa dengan posisi yang sedekat ini tampak pucat karena menahan napas.

“Aku marah, Sena,” ujar Namjoon dengan suara beratnya. Dia makin mendorong dekat wajahnya, mengecup lembut bibir Sena. “Aku benci fakta kalau Yoongi hyung telah mencuci rambutmu dengan sampo hewan.”

Sena yang semula memejam karena Namjoon menciumnya pun perlahan mengangkat kelopak matanya. Ia menatap Namjoon lurus, yang ditatap juga menatapnya dalam. Meski di sini sedikit lebih gelap karena pohon-pohon tinggi menutupi jalan masuknya matahari, Sena tetap bisa melihat dengan jelas apa yang ada di netra pria ini.

Namjoon sungguh mencintainya.

Tidak seperti saat bersama Ro, cinta pertamanya, dia dengan santainya melingkarkan kedua lengannya di leher Namjoon dan menarik tengkuk pangeran itu untuk meminta lebih akan ciuman mereka tadi.

Dia tak tahu apa pun soal cinta.

Dia tak tahu apa pun soal pria.

Dia juga tak tahu apa pun soal hubungan.

Dia hanya mengikuti kata hatinya.

Dia ingin ciuman.

Dan….

Ingin sentuhan.

Jantung Sena berdetak dengan sangat cepat, Namjoon bisa merasakan itu dengan jelas. Ia yang semula memejamkan mata, menikmati ciuman panas mereka, pun memilih untuk membuka matanya. Didapatinya Sena yang tengah memejam dengan raut seperti seorang pecandu narkoba yang tengah merasakan kenikmatan akan kinerja obat terlarang dalam darahnya.

Ekspresi yang sama seperti yang biasa dia lihat pada tokoh perempuan dalam film dewasa.

Biasanya dia akan menyukai ekspresi itu. Bahkan sebelum tidur dia membayangkan jika gadisnya memberikan ekspresi seperti itu saat mereka melakukan hubungan orang dewasa. Bagi pria, hal seperti itu saja sudah membuat diri puas.

Namun entah kenapa Namjoon tidak suka melihat ekspresi ini dari Sena. Bahkan gadis itu perlahan memberikan sinyal padanya untuk segera mengeksplor yang lain.

Namjoon tidak mau. Dia tidak suka.

Perlahan namun pasti ia pun mendorong tubuh Sena dan menyudahi ciuman panas mereka. Sena tampak terengah-engah, namun di waktu yang sama juga sedikit kecewa karena Namjoon menolak melakukan apa yang dia inginkan. Namjoon sendiri mengecup sekilas dahi gadisnya sebelum menempatkan kedua tangannya di sisi kanan dan kiri Sena lagi.

“Tidak sekarang, Sayang. Tidak akan.”

Sena tampaknya masih dimabuk akan gejolak hormonnya sendiri. Dia menempatkan kedua tangannya di bahu kokoh Namjoon, meremasnya pelan, kemudian salah satu tangannya bergerak ke leher.

Namjoon terlalu menggoda. Bahkan Ro saja tidak sampai membuatnya semabuk ini.

Dia mengusap leher jenjang Namjoon dengan gerakan pelan, sebelum menempatkan bibirnya di sana. Hanya mengecup, karena dia tidak mengerti bagaimana caranya membuat kiss mark –meski di lehernya masih terdapat bekas ciuman Ro dulu.

Sementara tangannya yang lain bergerak turun. Mengelus dada pria itu yang sangat bidang seperti telenan di dapurnya. Dan ia pun menjatuhkan kepalanya di sana. Menghirup dalam aroma tubuh Namjoon yang baru ia sadari kalau ternyata sangat maskulin campuran dari keringat, air liur dan sabun mandi di pondoknya. Berusaha menghembuskan sedikit saja agar aroma itu tersimpan rapat di paru-parunya.

Terakhir, Sena memeluk tubuh prianya erat.

“Aku bisa gila karenamu, Orabeoni. Kenapa kau tidak ingin melakukannya? Aku tahu kau pasti punya keinginan itu, bukan? Di sini sedang tidak ada siapa pun. Kenapa kau menolak?”

Namjoon balas memeluk gadisnya.

“Aku tidak mau menjadi pria brengsek.”

“Apakah masih disebut brengsek jika aku sendiri sudah mengizinkanmu?”

“Eum. Itu jauh lebih brengsek lagi.”

Sena pun mendongak, Namjoon sendiri menunduk untuk membalas tatapannya. Pria itu kini menyumpahi diri sendiri dalam hati karena telah merubah binar ceria gadisnya dengan mata penuh nafsu. Apakah ini semacam karma baginya karena telah mengoleksi tontonan terlarang, membayangkan jika ia melakukan hubungan dewasa dengan para model majalah dewasa, dan akibat dari dia berusaha ‘memuaskan’ diri sendiri?

Jika memang benar, Namjoon ingin sekali pergi sejauh-jauhnya dari Sena.

Dia boleh bajingan, tapi tidak untuk Sena.

Ia pun memeluk Sena lagi, lebih erat dari yang sebelumnya. Sambil berkali-kali mendaratkan kecupan di puncak kepala gadis itu, sekaligus permintaan maaf.

“Maafkan aku, Sena. Aku janji tidak akan mengecewakanmu lagi. Mianhae.”

Sena hanya menerima semua itu tanpa mengerti apa maksudnya.

TBC

Advertisements

4 Replies to “Freak Hwarang #26”

  1. Waduh, knp jd agak yadong ya…kasian yoongi sm jimin.. Ngak nyangka klo taehyung punya bnyk mantan,,, ehkmm jongkook jg Punya perasaan sm sena, meskipun ngk sebesar jimin, yoongi sm namjoon…klo diliat2 slma ini memang jimin yg memgalh dr hyungnya, moga sena menyadari perasaan jimin, thor bs ngak bikin moment romantis sena sm jimin.. Hihuhu

    Liked by 1 person

  2. gue belum baca tapi langsung komen . mhehehe gak usah aneh ya, apalagi kangen *eh.
    okay ini bakalan keju ya.manis2 gurih gitchuu.. emmm.. apa ya blum baca sih jadi blm tau. i’m a simple person i see ‘freak hwarang’ i click. hha so englisheu najess. eh eh km kngen aku gk?? gk ya? oh yaudah. eh tp aku kngen km lohh masa gk kngen aku, kngen dong ya.. cukup cintaku aja sama bias yg bertepuk seblah tangan sama kamu jangan # eaaaaa gue ko jd ikutan cheesy . oke oke sekian komem unfaedah ini. bhayyy :*

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s