Swag Couple Series [#28 E-mail]

ohnajla || romance, schoollife || Teen || chaptered

Min Yoonji (OC) aka Yoongi lil sister

Park Jimin BTS 

Min Yoongi aka Suga BTS 

Jeon Jungkook BTS

other cameo

**

Intro Boy ver | Intro Girl ver | Want You More

Don’t Mess With Me | Oppa | Nobody Like You

Punishment | Bad But Sweet | Who Are You (1)

Pick Me (1) (2) (3)Who Are You (2) | Chatroom (1) (2) (3)

April Fools’ | Oppa (2)  | Park Jimin  | Date

Dream I Need U  | When You’re Gone

War of Hormones | Min Yoonji | Sorry | Morning Romance

“Untuk mempersingkat waktu, tugas-tugasnya silahkan kirim lewat e-mail. Batas pengiriman paling lambat jum’at sore. Saya tidak akan memberikan dispensasi dalam bentuk apa pun jika terlambat. Budayakan sikap disiplin. Bisa dipahami?”

Ne.”

“Kalau begitu kelas saya akhiri sampai di sini. Ketua kelas.”

Jimin pun segera berdiri. “Beri salam.”

“Selamat sore, Seonsaengnim.” Koor seluruh siswa kelas 3-10.

Kim Namjoon, guru bahasa Inggris pun segera beranjak dari kelas itu. Membiarkan para siswa 3-10 beberes untuk segera mengikuti jam tambahan.

“Enaknya kapan kita mengerjakan tugas kelompoknya bersama?” tanya Jimin pada Jungkook sembari memasukkan semua alat tulisnya ke dalam tas.

“Yang pasti sebelum hari jum’at,” balas Jungkook cuek sambil menelengkan kepalanya ke tempat Koeun dan Taehyung. “Dan harus semuanya ikut.”

Jimin terkekeh. Dia tahu betul apa maksud Jungkook. “Tidak mudah meminta mereka untuk bekerja sama.”

Jungkook menyeringai. “Sayangnya aku tidak punya kekuasaan untuk memaksa mereka.”

Jimin menepuk pelan punggung kawannya. “Gwaenchanha. Masih ada aku dan Yoonji di sisimu. Kau tidak sendirian.”

Arro.”

Selesai mengepak semua barangnya, Jimin pun bangkit untuk mencangklong ranselnya di punggung. Dia menoleh ke belakang, mengamati sebentar Yoonji yang masih beres-beres. Lantas ia pun menepuk bahu Jungkook.

“Aku ke tempat tuan putri dulu.”

Ka.”

Jimin pun berjalan dengan riang menghampiri kekasihnya. Dia menempatkan sedikit pantatnya di atas meja Yoonji, membuat si pemilik meja menatapnya bingung.

“Mau pergi bersamaku?” tanyanya dengan senyum lebar hingga matanya tidak kelihatan.

Yoonji kembali menunduk. Hanya untuk meresleting ranselnya. Kemudian dia berdiri sekalian menyampirkan coat di lengan. “Kaja.”

Jimin mengambil alih tas Yoonji tanpa minta izin terlebih dulu, kemudian berjalan mendahului gadis itu. Yoonji sendiri hanya bisa menggeleng pelan melihat tingkah kekasihnya. Dia mengekor di belakang sambil memakai coat-nya.

Masih bulan Maret, udara musim dingin masih tersisa di pergantian musim saat ini.

Kelas 3-10 mendapat jadwal bimbel kimia di laboratorium Kimia. Di bimbel hari ini akan dijelaskan beberapa materi yang disertai praktek. Karena di ujian semester akhir nanti, mereka diwajibkan mengikuti beberapa praktek kimia untuk penilaian kelulusan. Semuanya diharuskan ikut, ada sanksi jika membolos tanpa izin.

Karena praktek, semuanya harus berkumpul dengan kelompok masing-masing. Jimin yang sampai duluan di laboratorium kimia pun memilih tempat, tapi sayang, dia kalah kuasa dari kelompok lain sehingga dia pun harus terima mendapat tempat di paling belakang. Derita class pet.

Jungkook, Yoonji, Koeun dan Taehyung datang beberapa detik kemudian. Mereka berempat tampaknya tidak keberatan mendapat tempat di paling belakang. Koeun sudah berencana akan berkirim pesan dengan kekasihnya, sementara Taehyung sudah berencana untuk tidur. Jadi mau di paling belakang pun, bagi dua troublemaker ini sama sekali bukan masalah besar. Beda halnya dengan Jungkook dan Yoonji yang menerima bukan karena punya rencana tapi karena mereka menghargai pilihan Jimin.

Mianhae. Gara-gara aku kita kedapatan tempat di belakang,” ujarnya dengan ekspresi penuh sesal.

Mwo-ya. Aku justru berterima kasih karena kau telah menyukseskan rencanaku untuk tidur,” sahut Taehyung tanpa beban sambil mempersiapkan diri untuk tidur.

“Kenapa minta maaf segala? Aku malah sangat berharap kita dapat tempat di paling belakang,” tambah Koeun sembari mengetik sesuatu di ponselnya.

Jimin menghela napas. Bukan itu yang dia inginkan.

Gwaenchanha,” ujar Jungkook yang membuat Jimin langsung menoleh padanya. Lelaki bermata bulat itu tersenyum menenangkan. “Kau tidak perlu minta maaf.”

“Tapi—” Belum saja Jimin protes, tiba-tiba ia merasakan sesuatu yang hangat melingkupi tangannya. Reflek ia pun menoleh, dan di sanalah dia mendapati tangannya digenggam erat oleh Yoonji. Tangan yang sedikit lebih kecil darinya, namun berhasil membuatnya berhenti menyalahkan diri sendiri.

“Yoonji-a….” gumamnya nyaris tanpa suara, sambil menatap lekat obsidian gadis itu.

Yoonji hanya menjawab dengan gelengan. Seolah memberitahu Jimin untuk berhenti meminta maaf.

Jimin akhirnya menyerah. Dia pun menghela napas, lantas mengangguk.

Jungkook memutuskan untuk melaksanakan kerja kelompok terkait tugas Bahasa Inggris sepulang dari bimbel Kimia di hari itu. Sesuai dugaan, ada saja alasan Koeun dan Taehyung untuk tidak ikut kerja kelompok. Koeun beralasan jika dia harus pulang lebih awal karena ibunya akan pulang dari Daegu. Sementara Taehyung katanya sudah memiliki janji untuk mengantar adiknya ke Gwangju. Entahlah apakah alasan mereka itu benar atau tidak.

Jadi lagi-lagi hanya tiga orang saja yang berkumpul untuk kerja kelompok.

Yoonji menghela napas berat kemudian menggaruk rambutnya acak dan membanting bolpoinnya ke atas meja. Mengakibatkan dua lelaki yang duduk di sisi kanan dan kirinya menoleh bersamaan.

Jungkook yang tidak peka pun bertanya. “Wae?

Bukannya menjawab, Yoonji justru memegang erat bolpoinnya dan menghentak-hentakkan ujungnya keras ke meja. Setelah beberapa kali hentakan dia pun berhenti. Mengambil napas dalam dan membuangnya pelan.

“Bolehkah aku mengeluarkan dua anak itu dari kelompok?”

Jimin dan Jungkook saling pandang. Lantas, Jimin yang peka pun menjawab. “Sabar. Mereka memang seperti itu. Sudah, jangan dipikirkan.”

“Tapi mereka tetap dapat nilai! Ini sama saja seperti kita adalah suruhan mereka!” Yoonji akhirnya meledak. Beruntung mereka tidak di perpustakaan, melainkan di kelas, kelas yang hanya diisi oleh mereka bertiga saja.

Jimin dan Jungkook pun tercengang. Tidak biasanya Yoonji marah sambil membentak. Karena biasanya jika Yoonji marah, gadis itu tidak akan sudi untuk berbicara. Bicara bagi adik Min Yoongi itu hanya membuang-buang tenaga saja.

“Kenapa kalian hanya diam saja diperlakukan begini, huh?! Yaa! Kau ini ketua kelas, dan kau ketua kelompok. Kenapa kalian tidak melakukan apa pun melihat tingkah mereka yang seenaknya sendiri, eo?!”

“Yoonji-a,” panggil Jimin lembut sambil meraih tangan Yoonji. Namun Yoonji menepisnya.

“Kalian ini punya kuasa atas mereka! Tunjukkan kalau kalian benar-benar ketua! Apa kalian suka menjadi anjing pecundang kelas?!”

“Min Yoonji!” seru Jimin dengan nada tegas dan setingkat lebih tinggi dari nada sebelumnya. Tatapannya yang tajam sukses membuat Yoonji bungkam. Atau bisa dibilang, terpaksa diam karena takut. Tahu-tahu kedua matanya berkaca-kaca.

“Ini bukan masalah pecundang atau tidaknya, Yoonji-a. Tapi aku dan Jungkook memang tidak punya kekuasaan apa-apa. Ayah Koeun adalah ketua komite sekolah, dan ayah Taehyung adalah presdir dari perusahaan yang menjadi donatur besar sekolah ini. Sementara kami? Kami hanya tidak mau menerima kemungkinan terburuk. Aku sadar dengan siapa diriku. Ayahku hanya bekerja sebagai badut ulang tahun. Dan ibuku hanya karyawan rendahan di toko kue. Aku tidak mau keluar dari sekolah ini hanya karena mereka.”

Setitik air mata pun mengalir mulus di pipi Yoonji. Cepat-cepat gadis itu menghapusnya.

“Jimin benar. Aku juga tidak mau mengecewakan orangtuaku jika keluar dari sekolah ini hanya karena mereka. Aku tahu betul bagaimana sulitnya mendapat uang untuk biaya sekolahku dan biaya rumah sakit Jung Ah. Aku tidak ingin menyia-nyiakan kerja keras orangtuaku,” tambah Jungkook sambil menopang dagu dan menatap lurus pada Jimin.

“Tch. Kalian membuatku menjadi orang yang paling jahat di sini,” ujar Yoonji dengan suara serak sambil terus menyeka wajahnya. “Sialan. Kenapa tidak mau berhenti sih?”

Jimin menghela napas. Kemudian dia pun menarik kursinya mendekat. Merengkuh Yoonji ke dalam pelukan. “Maaf sudah membentakmu. Aku tidak bermaksud melakukan itu.”

Bukannya berhenti, Yoonji justru menangis lebih keras. Dia hanya merasa bersalah telah memarahi Jimin dan Jungkook. Termasuk menganggap mereka seorang pecundang. Tidak seharusnya dia bicara seperti itu, apalagi menyimpulkan tanpa tahu apa yang sebenarnya dipikirkan oleh mereka. Wajar, Yoonji hanya tidak tahu jalan pikir lelaki. Dia hanya bisa menangis, tanpa sekalipun mengucapkan maaf karena dia terlalu gengsi untuk mengungkapkannya. Toh Jimin dan Jungkook mengerti, mereka bisa memaafkan sikapnya tanpa pikir panjang.

Sebagai permintaan maaf karena marah-marah tidak jelas pada Jimin dan Jungkook, Yoonji pun mencalonkan dirinya untuk mengirim file tugas kelompok pada Namjoon seonsaengnim. Dia memiliki koneksi wifi sendiri di rumah, sehingga mudah baginya mengirim email pada Namjoon seonsaengnim.

Tapi, ngomong-ngomong ini adalah pertama kalinya sejak dia punya email dia membuka akun pesan elektroniknya. Itu pun yang membuatkan email-nya adalah Yoongi, kakaknya. Karena untuk apa juga dia memiliki email? Dulu saja dibuatkan karena SMA Bangtan mewajibkan calon siswa baru memiliki email. Toh Yoonji juga tidak berminat membuka akun sns.

Beruntung dia bisa masuk ke akun e-mailnya karena dia ingat jika Yoongi menyimpan sandi dan email-nya di notepad. Dan begitu berhasil masuk, mulutnya terbuka perlahan seperti mode slow motion.

Kotak Masuk (999+)

Ia tidak menyangka jika inbox email-nya bisa sebanyak itu. Perlahan dia menggulirkan roda tetikusnya ke bawah.

>>Min Yoon Ki     Undangan Ulang Tahun untuk Min Yoonji                                            (00.01 AM)

>>Min Yoon Ki     H-1 Min Yoongi’s Birthday                                                                          (8 Maret)

>>Min Yoon Ki     H-2 Min Yoongi’s Birthday                                                                          (7 Maret)

>>Min Yoon Ki     H-3 Min Yoongi’s Birthday                                                                          (6 Maret)

>>Min Yoon Ki     H-4 Min Yoongi’s Birthday                                                                          (5 Maret)

>>Min Yoon Ki     H-5 Min Yoongi’s Birthday                                                                          (4 Maret)

>>Min Yoon Ki     H-6 Min Yoongi’s Birthday                                                                          (3 Maret)

>>Min Yoon Ki     H-7 Min Yoongi’s Birthday                                                                          (2 Maret)

>>Min Yoon Ki     H-8 Min Yoongi’s Birthday                                                                          (1 Maret)

>>Min Yoon Ki     H-9 Min Yoongi’s Birthday                                                                          (28 Februari)

>>Bangtan High School    Info Kalender KBM Tahun Ajaran Baru                                   (28 Februari)

>>Min Yoon Ki     First Day at Cornell University                                                                   (27 Februari)

>>Min Yoon Ki     Bogosipda at Ithaca, NY                                                                                (26 Februari)

>>Min Yoon Ki     Pagi hari di New York                                                                                    (25 Februari)

>>Min Yoon Ki     Dingiiin!!! >_<                                                                                                  (24 Februari)

>>Min Yoon Ki     Bosan T^T                                                                                                           (24 Februari)

>>Min Yoon Ki     Ramen di New York                                                                                        (24 Februari)

>>Min Yoon Ki     Jalan-jalan di Ithaca                                                                                        (24 Februari)

>>Min Yoon Ki     Tidak bisa tidur                                                                                                 (23 Februari)

>>Min Yoon Ki     Cute Puppy; Rindu Holly T^T                                                                      (23 Februari)

>>Min Yoon Ki     Lunch; Mau coba?                                                                                           (23 Februari)

>>Min Yoon Ki     New York’s Americano                                                                                 (23 Februari)

>>Min Yoon Ki     Ithaca Malam Hari                                                                                           (22 Februari)

>>Min Yoon Ki     Aku Merindukanmu, Yoonji-a!!!! T^T                                                    (22 Februari)

Yoonji pun menghela napas. Hampir sebagian besar email baru berasal dari Yoongi. Sisanya adalah email dari sekolahnya dan email-email spam yang tidak berfaedah. Lantas ia pun mencentang semua kotak email dan mengeklik ‘tandai sudah dibaca’, sehingga angka 999+ di samping tulisan “Kotak Masuk” pun hilang.

Karena tidak mau kelupaan dengan tujuan awalnya, Yoonji pun memutuskan mengirim file dulu ke email gurunya. Tidak sampai semenit email pun terkirim. Baru setelah itu dia membuka pesan-pesan dari Yoongi.

>>Min Yoon Ki (minswag@ohnjl.com)      00.01 AM

Subjek: Undangan Ulang Tahun untuk Min Yoonji

Selamat! Anda telah diundang oleh Mr. Min Yoon Ki dalam acara ulang tahunnya yang ke-19~

Pesta tidak dirayakan secara offline, melainkan online. Untuk itulah kenapa email ini dibuat.

Pesta dirayakan dengan berbagai cara, diantaranya:

  1. Facebook/twitter
  2. Skype
  3. Chatting
  4. Telepon

Pilih salah satu opsi di atas dan mulailah pesta pribadi Anda secara online bersama Mr. Min Yoon Ki sampai tanggal berganti!

Nb: Undangan ini bersifat pribadi dan hanya berlaku sampai pukul 23.59. Undangan dinyatakan hangus jika telah lewat masa berlaku.

 

Tertanda,

Mr. Min Yoon Ki.

 

Yoonji terkekeh. Ia pun melirik jam dinding tepat di sebelahnya. Masih ada waktu 50 menit sampai tanggal berganti. Lantas dia mengetik balasan dari pesan tersebut.

Kepada: minswag@ohnjl.com

Dari: ji_mint@ohnjl.com

Subjek: Undangan Ulang Tahun untuk Min Yoonji

Miss Yoonji memilih opsi ke-4.

 

Sent

>>Email terkirim

 

Sambil menunggu balasan dari Yoongi, iseng Yoonji membuka pesan yang lain.

 

>>Min Yoon Ki (minswag@ohnjl.com)      8 Maret

Subjek: H-1 Min Yoongi’s Birthday

Projek ulang tahun Min Yoongi.

#9 I Need U (Piano ver)

1 Lampiran video

 

Dengan penasaran tinggi, Yoonji mengunduh video tersebut dan memutarnya di pemutar video. Ia tersenyum mendapati siluet kakaknya yang tengah bermain piano dengan coat hangat yang membungkus sweater turtleneck hitam di tubuhnya. Terlihat imut. Badan kakaknya seperti tenggelam dalam pakaian tersebut.

“Ah … rambutnya dicat,” gumamnya begitu sadar jika rambut Yoongi kini berwarna terang, tidak hitam seperti yang terakhir dia lihat sebulan lalu.

Tahu-tahu ada notifikasi email masuk, dari Min Yoongi.

Cepat-cepat dia menutup video itu dan membuka email tersebut.

Belum saja selesai loading, tiba-tiba ponselnya bernyanyi dengan begitu berisik sampai mungkin bisa didengar tetangga satu kompleks karena volume full.

Bultaoreune

Firee!!!

Buru-buru dia berjingkat dari kursinya dan berlarian mengambil ponselnya yang tergeletak di ranjang.

Nomor asing yang Yoonji yakini sebagai nomor kakaknya. Ia tersenyum kemudian menggulir ikon warna hijau.

Yeoboseyo….”

Hi, benarkah ini dengan Miss Min Yoonji?”

Yoonji tersenyum geli sambil berjalan kembali ke meja belajarnya. “Maja, ini aku, Min Yoonji.”

“Ah!! Bogosipda! Akhirnya kau membaca email-ku juga. Kupikir kau tidak akan membuka emailmu selamanya, Yoonji-a. Syukurlah kau membaca email-ku hari ini.”

“Kupikir kau akan mengirimiku pesan di katalk,” ujar Yoonji sembari membaca email Yoongi yang lain.

“Aku terlalu malas bermain ponsel. Paket data di sini terlalu mahal.”

Arasseo,” balas Yoonji singkat. Dia tengah asik membaca surat tulisan tangan yang dikirim dalam bentuk scan sebagai projek ketujuh ulang tahun Yoongi.

“Kau tidak merindukanku, hm?”

“Aku merindukanmu,” balas Yoonji acuh.

“Apa-apaan itu? Kelihatan sekali kalau kau tidak merindukanku, Yoonji-a.”

“Ah shikkeuro! Aku sedang membaca surat.”

“Surat? Surat apa? Jangan bilang kau sedang membaca surat dari Park Jimin! Yaa, sebentar lagi ulang tahunku akan berakhir! Kau ini keterlaluan sekali ya pada kakakmu! Sudah tidak mengucapkan selamat ulang tahun, tidak memberi hadiah, sekarang kau sengaja mengabaikanku demi anak pendek itu?! Singkirkan surat dari mochi-mu, Min Yoonji!”

Yoonji memutar bola matanya jengah. “Bodoh. Untuk apa juga Jimin memberiku surat, hm? Aku itu sedang membaca suratmu. SURATMU! Kenapa setelah di New York tulisanmu jadi makin jelek, eo?! Bahkan tulisan anak TK saja jauh lebih bagus dari tulisanmu! Aku sudah pusing membaca satu paragraf saja.”

“Ah … kau sedang membaca suratku?”

“Ya! Aku sedang membaca surat dari remaja Korea yang seperti tulisan anak TK!” balas Yoonji sewot.

Yoongi terkekeh di seberang sana. “Yoonji-a, kau itu neomuhae! Neomuhae!

“Kumatikan sambungan teleponnya sekarang,” ancam Yoonji begitu mendengar Yoongi yang berusaha bertingkah imut dengan lagu Twice yang paling dibencinya.

Andwae!! Nanti aku TT. Just like TT ow~ Just like T—”

PIP!

Akhirnya terputus juga sambungan telepon antar negara tersebut. Siapa lagi pelakunya? Min Yoonji. Sungguh, dia paling anti dengan lagu itu. Terlebih Yoongi bukannya mengerti malah justru berusaha menjengkelkannya dengan ber-aegyo memakai lagu tersebut.

Rasanya ingin dia voodoo pria yang bermarga sama dengannya itu.

Tiba-tiba saja bunyi berisik ponselnya kembali terdengar. Nomor asing yang sama. Dengan malas dia pun mengangkatnya.

Mwo?”

Aigoo galaknya. Yaa, kau ini benar-benar jahat ya ke kakakmu.”

“Aku tidak akan jahat kalau kau bukan siscon.”

Hening sejenak di seberang sana. Yoonji sampai harus melihat layar ponselnya untuk memastikan jika mereka masih tersambung.

“Ada yang ingin kubicarakan denganmu, Yoonji-a.”

Nada suara Yoongi yang mendadak berubah serius, membuat Yoonji mengerutkan dahi penasaran. “Apa itu?”

“Aku … akan berusaha jatuh cinta pada gadis lain.”

Yoonji mematung di tempat. Baru bergerak lagi begitu mendengar suara kucing menjerit di luar rumah. “Ah … begitukah?”

“Hm. Demi kebaikan kita.”

Yoonji mengangguk-angguk kecil. “Baguslah. Tapi dengan siapa? Kau menyukai perempuan New York?”

Ani.”

“Lalu?”

“Dia perempuan Korea. An unexpected person.”

“Ceritakan padaku bagaimana ciri-cirinya.”

“Ciri-cirinya? Hm … dia perempuan, punya tangan dua, kaki dua, lubang hidung dua, mata dua, gigi dewasa lengkap, telinga dua, dan dua katup bibir. Dan yang terpenting adalah dia manusia dan kakinya menapak tanah.”

“Wah … pasti cantik sekali ya gadis itu. Sangat disayangkan dia harus berkencan dengan orang gila sepertimu,” balas Yoonji sewot masih sambil membaca semua email Yoongi.

Di seberang sana, Yoongi tertawa renyah. “Yang pasti dia bukan tipe-ku. Tipe wanita yang kusuka harus memiliki rambut tebal sepertimu, tapi dia mempunyai pitak sebesar lingkaran batang rokok di kepalanya.”

Giliran Yoonji yang tertawa. “Mwoya?! Hahaha. Ah … aku jadi penasaran padanya. Eonni atau dongsaeng?

Eonni.”

“Wah … aku akan dengan setia menantikan hari dimana kau membawanya pulang dan mengenalkannya padaku sebagai kakak ipar, Oppa.”

“Itu artinya kau menyuruhku pulang empat tahun kemudian?! Neomuhane!!

Yoonji mengarahkan kedua bola matanya ke atas. “Pabo-ya. Ah ya sudahlah, sekarang sudah lebih dari jam 12 malam. Aku mengantuk. Annyeong.”

Yaa! yaa! yaa! Yoonji-a. Jangan dimatik—” KLIK.

Yoonji menjulurkan lidahnya ke layar ponselnya sendiri. “Aku tidak akan mendengarkanmu, oppa siscon.”

Kemudian dia pun mematikan ponselnya dan menyimpannya di laci.

TBC

 

Advertisements

One Reply to “Swag Couple Series [#28 E-mail]”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s