Single Parent [Chapter 32]

ohnajla || family, romance, friendship, drama || G || Chaptered

Cast: Suga aka Min Yoongi (BTS), Min Yoonjung (OC), Oh Sena (OC), Park Jimin (BTS), Jin & Kim Seokjin (BTS), Kim Taehyung aka V BTS, Jeon Jungkook BTS, Jung Hoseok aka J-Hope (BTS), Kim Do Yeon (Weki Meki), Rap Monster aka Kim Namjoon (BTS), Oh Sehun (EXO), Park Chanyeol (EXO) other cameo

Chapter 1-5  Chapter 6-10

Chapter 11-15 Chapter 16-20

Chapter 21-25 Chapter 26-30

Chapter 31

Maafkan aku yang tiba-tiba menghilang & tiba-tiba datang T^T Maunya ku-remake, tapi ga jadi deh, Diterusin aja dulu. Maaf labil T^T

**

Min Yoongi itu, meskipun tidak punya badan sixpack, wajah tampan bak idol, namun memiliki karisma dan aura yang kuat. Apalagi jika ditambah dengan dompetnya yang tebal. Tidak heran bila wajahnya kerap kali menghiasi majalah bisnis dan selalu berada di urutan 3 besar sebagai ‘Pengusaha Pria Korea Selatan yang Paling Diinginkan oleh Wanita’.

Setiap kali menggelar konferensi pers, para reporter selalu mencoba menanyakan rencana Yoongi soal pernikahan. Bahasan mengenai Yoongi yang sudah menduda selama lebih dari 10 tahun memang panas-panasnya di kalangan wanita. Lagipula siapa yang tidak ingin punya suami seorang pengusaha sukses?

Namun perspektif Sena soal Yoongi berbeda. Dia tidak jatuh hati pada Yoongi karena status Yoongi yang seorang pengusaha. Bukan juga karena dompet Yoongi yang tebal. Satu-satunya alasan dia bisa terpikat oleh seorang Min Yoongi adalah sifatnya yang kebapakan. Bagi seorang gadis yang tidak pernah sekalipun mendapat kasih sayang layak dari ayahnya, alasan itu terbilang masuk akal.

Yoongi punya kesan melindungi. Setiap kali berada di sekitar Yoongi, Sena merasa sangat dilindungi. Sekaligus dicintai dengan tulus olehnya.

Entah keberanian apa yang dia punya. Sepulang sekolah sebelum pergi kerja, dia datang ke gedung perusahaan Yoongi sambil membawa botol minuman berisi sari gingseng. Supaya tidak ada orang yang menyadari identitasnya, dia menyamar dengan memakai coat hitam dan masker yang menutupi setengah wajahnya. Dia menaiki lift untuk pergi ke lokasi kantor pria itu.

Agak sulit mencari dimana ruangan Yoongi berada. Dia terus berjalan sambil menolehkan kepalanya ke kanan kiri, membaca papan ruangan yang terpasang di bagian atas pintu. Tidak ada yang namanya ruang CEO. Nyaris saja dia menyerah dan berniat langsung pergi kerja sebelum tak sengaja berpapasan dengan Jung Hoseok.

“Oh? Bukankah kau … nona Sena?”

Sena –yang belum mengenal Hoseok segera menarik ke atas maskernya.

Gwaenchanha. Aku tidak akan memberitahukanmu pada siapa pun,” ucap Hoseok peka. Lanjutnya, “Nona sedang mencari sajangnim? Beliau ada di kantornya. Mau kuantar?”

Sena mengangguk ragu-ragu.

Hoseok tersenyum. “Aku Jung Hoseok, asisten Min sajangnim. Ikuti aku, Nona.”

Gadis itu mengikuti kemana Hoseok pergi. Setelah beberapa meter, sampai juga mereka di depan pintu ruangan Yoongi. Hoseok pun mengetuk pintu, lalu membukanya setelah mendengar balasan dari Yoongi.

“Masuklah, Nona.”

Sena membungkuk 90 derajat penuh, mengucapkan terima kasih sebelum melangkah masuk. Begitu akhirnya menjejakkan kaki di dalam ruang tersebut, dan pintu telah ditutup, di sanalah dia melihat sosok kekasihnya yang sedang berkutat serius di meja kerja. Yoongi tidak sekalipun menyadari kehadirannya. Dia berjalan mendekat sambil melepaskan maskernya dan berhenti setelah sampai di sebelah meja Yoongi.

Bahkan Yoongi masih belum sadar siapa dirinya.

“Ada apa? Kalau mau pulang duluan tidak apa. Minta izin Hoseok.”

Ahjussi.”

Seketika Yoongi berhenti membuka lembaran dokumennya. Dengan gerakan pelan, kepalanya menoleh. Kentara sekali dia yang terkejut dari matanya yang melebar. “Sena.”

Gadis itu tersenyum sembari mengulurkan botol minuman di tangannya. “Jangan terlalu keras bekerja, nanti kau bisa sakit.”

Hanya butuh dua detik bagi Yoongi untuk melihat botol minuman itu. Atensinya kembali tercurah pada Sena. Tiba-tiba saja dia menaruh dokumennya di atas meja dan mengusap wajahnya sambil tersenyum geli.

“Oh astaga, sepertinya aku sedang berhalusinasi.”

Sena mengerutkan dahi. “Anieyo. Ini memang aku, Ahjussi.”

Yoongi menggeleng. “Tidak, tidak. Ini pasti hanya halusinasiku saja. Eo. Tidak mungkin Sena ada di sini. Sadarlah Min Yoongi!”

Gadis itu pun memutuskan untuk mendekat pada Yoongi dan menempelkan botol minuman itu di pipi Yoongi. “Ahjussi, ini aku. Kau sedang tidak berhalusinasi.”

“Benar Sena?”

Sena mengangguk.

Yoongi pun segera menyambar botol itu, menaruhnya di atas meja, lalu bangkit sambil menggenggam kedua tangan gadisnya. “Bagaimana kau bisa ada di sini? Tidak ada paparazzi yang mengikutimu ‘kan? Orang-orang tidak mengenalimu ‘kan?”

Sena manggut-manggut sambil tersenyum. “Tidak ada masalah, Ahjussi. Tadi, aku dibantu oleh Hoseok-ssi.”

“Hoseok? Ah, kau bertemu dengannya? Hm, jallaesseo. Kau tetap harus berhati-hati pada orang baru, arra?” ujarnya sembari mengusap rambut Sena.

Sena sendiri mengangguk patuh.

Mereka saling bertatapan sebentar. Tiba-tiba Sena berjinjit, mengecup pipi Yoongi sekilas. Setelah itu, kepalanya menunduk, malu.

Yoongi sendiri hanya tersenyum geli. Dia mencubit gemas pipi gadisnya lalu mengajaknya duduk di sofa setelah diambilnya botol sari gingseng dari meja kerjanya.

“Ini kau yang membuatnya sendiri?” tanya Yoongi sembari membuka tutup botol itu.

Sena menggeleng dengan polosnya. “Aku beli yang instan, lalu kukumpulkan menjadi satu.”

Nyaris saja Yoongi tersedak karena tawa. Dia menelan lebih dulu sari gingseng yang sudah ada dalam mulutnya. Kemudian tertawa keras. Sena yang tidak tahu alasan Yoongi tertawa hanya menatapnya bingung.

“Astaga, polos sekali kau ini. Yaa, berbohong sedikit tidak apa. Kenapa jujur sekali?”

“Berbohong itu tidak baik,” sahut Sena dengan tampang polos yang sangat menggemaskan –di mata Yoongi. “Aku memang menggabungkan semua yang kubeli ke botol itu.”

Arasseo, jallaesseo. Kupikir kau datang kemari karena ingin memberikan minuman yang kau buat sendiri.”

“Aku hanya ingin memastikan Ahjussi tidak kelelahan karena bekerja.”

Yoongi tersenyum hangat. “Gomawo. Ah … sudah lama aku tidak mendapat perhatian dari orang selain Yoonjung.”

“Kau selalu perhatian padaku, jadi aku ingin melakukannya juga.”

Yoongi menyampirkan lengannya di sepanjang bahu Sena, mengusap lembut pipi gadisnya. “Aku semakin tidak sabar ingin melamarmu.”

Wajah Sena langsung memerah. Mengeluh malu. “Ahjussi….”

“Sudah merasa lebih baik, hm? Tidak pusing lagi ‘kan?”

Sena mengangguk. “Jauh lebih baik dari hari kemarin.”

“Sudah makan malam? Kalau belum, setelah ini ayo kencan makan malam bersamaku.”

Jawaban Sena diluar dugaan Yoongi. Gadis itu menggeleng. “Aku harus pergi kerja.”

“Kerja? Malam-malam begini?”

Sena mengangguk. “Kemarin Taehyung sudah pergi kerja sendiri. Aku tidak mungkin membiarkannya kerja sendirian. Biar bagaimanapun aku juga harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan kami.”

Ekspresi Yoongi tampak khawatir dan tidak terima dalam waktu yang sama. Dia tidak suka Sena bekerja malam-malam, apalagi Sena baru saja sembuh dari sakitnya. Bagaimana kalau Sena jatuh sakit lagi dan semakin parah? Dia juga takut terjadi penculikan atau semacamnya yang menimpa Sena. Untuk alasan itu, dia mendadak menjadi pria paling protektif di dunia ini.

Belum sempat dia menyuarakan ketidaksetujuannya, tiba-tiba Sena bangkit dari duduknya setelah melihat waktu yang sudah semakin larut.

Ahjussi, aku harus pergi sekarang. Aku sudah sangat terlambat.” Gadis itu cepat-cepat membungkukkan badan, lalu beranjak menuju pintu keluar. Namun langkahnya terpaksa berhenti karena pelukan erat Yoongi di tubuhnya.

“Aku belum mengizinkanmu untuk pergi, sayang,” bisik Yoongi tepat di telinga Sena. Dagu tegasnya bersandar santai di bahu kanan Sena. Mempererat rengkuhannya.

“Tapi Ahjussi….”

“Haruskah kau pergi kerja hari ini? Kau baru saja sembuh. Bagaimana kalau nanti kau tiba-tiba pingsan?” tanya Yoongi khawatir sambil menatap mata indah Sena.

“Aku sudah baik-baik saja. Gwaenchanha-yo.”

“Dan lagi, kenapa harus mengambil shift malam, huh? Bagaimana kalau ada yang menculikmu?” serunya dengan nada kesal.

“Pagi sampai sore jam sekolah, tidak mungkin aku bolos demi pergi kerja.”

Yoongi menghela napas frustasi. Saat dia akan kembali mengajukan protesnya, pintu tiba-tiba dibuka dari luar. Doyeon terlonjak di tempat saat dia mendapati pemandangan terlarang itu. Ya, terlarang. Seharusnya dia tidak boleh melihat ini. Namun bukannya segera meminta maaf dan keluar, Doyeon justru memicingkan mata pada Sena.

Dan pertanyaan itu pun terlontar. “Nona Oh?”

Sena, yang meskipun tidak mengenal Doyeon, lekas menundukkan kepalanya mengingat Doyeon mengenalinya. Yoongi yang juga sama terkejutnya seperti Sena, langsung membalik tubuh Sena supaya gadis itu bisa menghindar dari tatapan Doyeon.

Yoongi berdehem sejenak. “Ada apa kemari?”

Doyeon yang teringat tujuan utamanya pun segera mengalihkan topik. “Ah maaf, saya hanya ingin tanya, apakah sajangnim ingin memesan sesuatu untuk makan malam? Saya berniat memesan makan malam dari restoran Eat Jin.”

Yoongi tanpa ragu, menggeleng. “Aku akan pulang setelah ini.”

Doyeon pun mengangguk paham. Sekilas dia melirik Sena kembali sebelum pamit pergi. Setelah memastikan jika Doyeon telah menutup kembali pintu dari luar, Yoongi pun mendorong pelan bahu Sena supaya mereka bisa saling bertukar pandang. Ia menyesal, tampak dari ekspresi wajahnya saat menyingkirkan rambut yang nyaris menyentuh mata gadisnya.

“Maaf.”

Sena tersenyum, lalu menggeleng. “Tidak apa.”

Yoongi mengecup dahi Sena sekilas. “Kau masih bekerja di café itu ‘kan? Aku akan mengantarmu, dan menunggumu sampai selesai di sana. Tidak ada penolakan.”

Sena yang sebenarnya ingin menolak pun akhirnya menghela napas pasrah. Dia tetap berdiri di sana, mengamati Yoongi yang terburu-buru membereskan semua barang dan mengambil jasnya, kemudian menggandengnya keluar dari kantor tersebut. Yoongi serius, dia mengatar Sena pergi ke tempat kerja gadis itu.

“Ada yang ingin kau bicarakan?”

Doyeon mengangguk, tapi setelah itu dia sadar jika orang tersebut tidak akan melihatnya karena mereka berkomunikasi melalui pesawat telepon. “Ne. Ini mengenai yang aku lihat barusan di ruangan Min Yoongi.”

“Apa itu?” tanya orang di sana dengan nada tertarik.

“Nona Sena ada di sana.”

Hening sesaat. Sebelum suara berat pria di seberang sana, menyahut lemah. “Sena?”

Ne. Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan, tapi, aku melihat mereka berpelukan.”

Lagi-lagi orang di sana terdiam. Doyeon menunggu dengan agak tidak sabaran, bertanya-tanya kenapa orang ini mendadak diam.

“Bos?” Akhirnya Doyeon pun menegurnya setelah hampir semenit diam.

Helaan napas berat terdengar. “Biarkan mereka. Yang penting kau harus melakukan tugasmu dengan baik, arasseo?”

Ne, aku mengerti.”

Sambungan pun terputus. Doyeon mengantongi kembali ponselnya dalam saku. Lantas memalingkan wajahnya kepada Hoseok yang masih terlelap dengan earphone terpasang. Ia mendesah lega. Untung dia tidak dengar.

Doyeon salah. Hoseok tidak benar-benar tidur. Dia hanya berpura-pura tidur, sambil memasang earphone yang tersambung ke ponselnya yang –tanpa Doyeon tahu- tengah meretas panggilan tersebut.

Hoseok mendengar semua yang mereka obrolkan. Semua tanpa terkecuali. Ia tahu betul siapa yang ditelepon Doyeon barusan.

Itu Oh Sehun.

tbc

Advertisements

7 Comments

  1. Kukira author hiatus ㅠ.ㅠ
    Alhamdulillah update juga walau dengan kata2 “remake”, knp mau diremake thor? Mentok kah idenya huhuuu. Jangan diremake pliss, sayang bet sama alur critanya huhuuu, tp semua ttp kembali keputusan author huhu walau akunya nangis 😭.
    Semangat thor!! Aku ttp doa critanya gak remake huhuuuuu.

    Btw doyeon a.. Hoseok itu spy terbaik, jan macem2 sama yoongi luuu 😂😂
    Sumpah part akhir gak nyangka sma kelakuan J-hoooooooooooooooooope!!!! Wkwk

    Liked by 1 person

    1. sebenernya memang lagi hiatus sementara itu :”) terlalu banyak kesibukan sampe lupa ngasih pengumuman :”) maafkan.
      Sebenernya aku ngga yakin bakal di remake atau nggak. kalo nanti dapet anugrah untuk ending-nya, berarti ngga akan di remake wkwkw.
      sekali lagi maaf ya ngga ngasih tau T^T

      Like

  2. Yak doyeon jangan remehkan hoseok, , tau rasa dayeon kalo sampe ketahuan yoongi …berilah keselamatan,kebahagiaan buat sena dan taehyung 😂😄keep writing kakak

    Liked by 1 person

  3. akkkkhhh alhamdulillah akhirnya ini ff ke update lagi wqwqqqq ;))) hoseok emang sekretaris yang sangat sangat proaktif hahhhaaa. Ditunggu lanjutannya lagi kak hoho :DD

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s