Single Parent [Chapter 42]

ohnajla || family, romance, friendship, drama || G || Chaptered

Cast: Suga aka Min Yoongi (BTS), Min Yoonjung (OC), Oh Sena (OC), Park Jimin (BTS), Jin & Kim Seokjin (BTS), Kim Taehyung aka V BTS, Jeon Jungkook BTS, Jung Hoseok aka J-Hope (BTS), Kim Do Yeon (Weki Meki), Rap Monster aka Kim Namjoon (BTS), Oh Sehun (EXO), Park Chanyeol (EXO) other cameo

Chapter 1-5  Chapter 6-10

Chapter 11-15 Chapter 16-20

Chapter 21-25 Chapter 26-30

Chapter 31-35 Chapter 36-40

Chapter 41

***

seumpama Single Parent aku cetak jadi buku gimana? Setelah ini ending, bakal ada special chapter yang hanya bisa dibaca sama yang beli bukunya. gimana? apakah ide ini cukup menarik atau kalian malah ngebenci aku karna ikut-ikutan author lain nerbitin buku dari cerita yang semula dipublish cuma-cuma?

***

Appa!

Uh? Wae?”

Yoongi yang baru saja menutup kulkas untuk mengambil sebutir apel, terlihat sedikit terkejut mendapati Yoonjung yang menghampirinya dengan sedikit tergesa-gesa.

“Ada yang ingin kukatakan padamu.”

“Oh? Kebetulan. Ayah juga berniat ingin mengobrol denganmu. Tunggu di ruang tengah. Biarkan ayah mengupas apel untukmu.”

Yoonjung menggeleng tapi Yoongi sudah duluan beranjak. Mau tak mau Yoonjung harus menyusul ayahnya.

Appa, bisakah kau memajukan jadwal keberangkatanku?”

Yoongi yang sedang menarik ke atas kain kedua lengannya pun reflek terhenti. Kepalanya menoleh dengan cepat pada sang putri. “Wae? Kau harus fasih berbahasa Inggris dulu baru bisa berangkat.”

“Aku sudah fasih kok! Untuk percakapan sehari-hari aku sudah bisa. Pokoknya aku ingin berangkat besok.”

“Besok?!” Kedua mata Yoongi membelalak heboh. Dia pun menaruh apel itu di atas pantry, lantas menaruh kedua tangannya di bahu Yoonjung. “Nak, jangan gila. Banyak hal yang harus kau persiapkan sebelum berangkat.”

“Tapi aku ingin berangkat secepatnya!” Yoonjung tampak merajuk dengan menghentakkan kedua kakinya secara bergantian. Tingkahnya ini mengundang rasa penasaran Yoongi.

“Ada apa, hm? Coba, ungkapkan pada ayah.”

“Memangnya tidak boleh berangkat secepatnya?” kesal Yoonjung dengan mata memerah.

“Apa ada masalah?” Nada suara Yoongi melembut, disertai dengan satu tangannya yang mengelus lembut rambut Yoonjung. “Ceritakan saja pada ayah.”

Meskipun ia mewarisi bakat Yoongi yang pintar akting, sebenarnya Yoonjung itu tidak bisa bohong pada Yoongi. Sejak kecil ia sudah dididik untuk menjadi anak yang jujur. Jadi ingin berbohong seperti apa pun, Yoonjung tidak bisa jika menghadapi Yoongi.

“Aku benci Jimin dan Sena … aku tidak mau melihat mereka lagi….”

Yoongi terluka. Bukan karena Yoonjung tidak menyukai Sena lagi. Tapi ia terluka melihat air mata putrinya. Yoonjung jarang sekali menangis di depannya. Melihat anak yang selalu tegar mendadak menjadi rapuh, itu sangat menyakitinya. Yoongi rela melakukan apa pun supaya air mata itu berhenti mengalir.

Ia pun lantas membawa anak itu ke pelukannya. Memberikan tepukan menenangkan di punggung.

“Mau bicara sambil tiduran?”

Yoongi mengelus lembut surai hitam milik Yoonjung. Ia duduk dengan bersandarkan kepala ranjang, sedangkan Yoonjung berbaring sambil memeluk kakinya. Hanya tersisa sepatah dua patah isakan dari Yoonjung, menandakan jika inilah saatnya Yoongi bicara.

“Hari ini, ayah mengikuti persidangan ayah Sena.”

Yoonjung diam. Tak mau mengatakan apa pun dan lebih memilih mendengarkan.

Yoongi sendiri menghela napas. “Sudah ditetapkan, ayahnya akan ditahan di penjara selama sepuluh tahun.”

Pria itu menunduk, memilin sejuntai rambut putrinya yang terasa begitu lembut mengenai kulit tangannya. “Tidak hanya itu, Jungkook juga harus masuk penjara anak selama dua bulan karena kasus pembunuhan secara sengaja. Kau tahu bagaimana nasib Sena sekarang?”

Yoonjung langsung berdecak setelah mendengar nama Sena disebut. Tapi sekali lagi dia memilih diam, membiarkan sang ayah melanjutkan bicara.

“Kalau sampai orang luar tahu bagaimana kondisi Sena, dia akan dikucilkan oleh masyarakat. Sementara di sisi lain, dia belum bisa mengandalkan Jimin karena mereka masih sama-sama di bawah umur. Jadi sebagai orang terdekatnya, kita tidak bisa meninggalkannya sendirian, Yoonjung-a.”

“Jadi maksudnya ayah akan tetap menikahi dia meskipun hamil anak orang?”

Yoongi menghela napas. Berusaha bersabar dengan sikap putrinya. “Itu bukan keinginan mereka sendiri, Sayang.”

“Tapi sama saja ‘kan, mereka yang melakukannya sampai seperti itu! Disengaja atau tidak, merekalah yang melakukannya!”

“Kau tidak kasihan pada mereka?”

Yoonjung tersenyum kecut. “Aku justru kasihan pada ayah.” Ia lantas mendongak. “Gadis yang kau sukai menghianatimu dan malah bermain api dengan lelaki lain.”

“Yoonjung, Sena itu tidak—”

Appa, bisakah kau mengerti situasinya? Jangan terbutakan oleh cinta, dia itu sudah menghianatimu! Kau tidak seharusnya membela jalang!”

“Yoonjung!” Yoongi akhirnya tak bisa menahan amarahnya lagi. Tidak sampai Yoonjung menyebut Sena dengan sebutan seperti itu. Baginya itu sudah sangat keterlaluan. Bahkan urat lehernya sampai muncul ke permukaan.

“Ayah tidak pernah mengajarimu berbicara seperti itu. Kau bukan orang yang tahu segalanya untuk menyebut Sena begitu.”

Yoonjung yang sempat dibuat terpaku dengan bentakan Yoongi pun, perlahan menunjukkan perubahan wajahnya. Ia tersenyum kecut. “Appa, kau tahu? Kau tidak pernah membentakku selama ini….”

Yoongi pun menyesali perbuatannya barusan. Ia panik melihat Yoonjung yang sepertinya akan menangis lagi. “Yoonjung, maaf, ayah—”

“Aku tahu kau sangat mencintainya. Tapi apa harus dengan merubah dirimu?”

Dugaan Yoongi benar, Yoonjung menangis lagi. Air mata anak itu lolos, kembali membasahi wajahnya yang belum sepenuhnya kering.

“Yoonjung….”

Mungkin Yoonjung sudah tak bisa menahan gejolak perasaannya sendiri. Ia kembali menyembunyikan wajahnya di kaki Yoongi, menangis sepuas-puasnya. Yoongi sendiri pun kehabisan kata-kata. Dia memutuskan untuk ikut berbaring dan membiarkan Yoonjung menangis dalam pelukannya.

Sambil mengusap rambut dan punggung Yoonjung, Yoongi membisikkan sesuatu di telinganya. “Maafkan ayah. Kalau itu memang maumu, ayah tidak akan menikahinya.”

Entah bagaimana suara tangis Yoonjung makin keras. Yoongi pun makin mengeratkan pelukannya.

Ayah, maaf. Aku hanya terlalu pengecut untuk memberitahumu bahwa aku mencintai keponakanmu. Akulah yang berubah di sini, maaf.”

tbc

makin singkat = tanda-tanda ending haha

Advertisements

3 Comments

  1. Kalo aku pribadi, gak bakal ngebenci penulis yg mau nerbitin ceritanya dalam bentuk cetak, soalnya kalo penulis publish cetak itu akan membuat si penulis naik tingkat gitu, yg lebih tinggi. Jujur aku setuju sama keputusan kamu najla, gak salah kalo seorang author mau meningkatkan kualitasnya :).
    Tapi aku sbg penikmat karyamu, ya pasti sedih aja hehe ff favoritku ada special chapter tp gak bisa baca, kenapa? Karena aku gak pernah boleh beli buku2 kaya gini huhuu, bisa digantung di lemari guccinya taehyung ntar. TT. (curhat)
    Jadi kalo boleh saran, gmn caranya reader kaya aku ini bisa baca tanpa beli (waksss) (tata belike :deritalu!!)
    Tapi semua tergantung pada mu, aku disini cuman bisa support tanpa beli dan komen kebanyakan tapi :”).
    Oh ya kalo boleh tau, najla punya akun wattpad? btw aku manggil najla, krn aku 97L, udah ngikutin km dr jaman ff love me right itu kalo gak salah wkwk. Sekian cuap2 ku ini, padahal belum baca ceritanya udah komen aja wkwk maklum efek liat author note yg bikin jungshook, vshook, yoongshook :”

    Liked by 1 person

    1. hmm kemungkinan nanti selain aku bikin buku cetak, juga akan dirilis dalam bentuk ebook. tapi aku harus belajar dulu cara bikin ebook wkwkwk, baru nanti bisa dijual dalam bentuk ebook juga.
      kalo nggak beli juga gapapa kok, ga maksa.
      aku punya akun wattpad kok, sama, ohnajla. ntar kalo emang ngga bisa beli … coba kasih aku akun gmail mu.
      khusus pembaca lama bakal ada sedikit dispensasi hehe

      Like

      1. Wahh kerja berkalikali nih bikin cetak, ebook. Oke punya akun wp ntar aku mampir dehh hehe. Horeeee ada dispensasi walau cuma dikit wkwk tp ttp bersyukur lahh, betapa baiknya author satu ini, aku terharuuuu masa 😭😭.
        Kudoain semoga lancar bikin cetaknya, belajar bikin ebook juga diperlancar, karna cerita ini tuhh gak berat tapi menarik, dan sukses bikin diriku ini yg tipe baca ceritanya milih2 nyantol sama ceritamu. Aku padamu dahh najla wkwk. Kalo semisal dispensasinya jadi (harus jadi wkwk) boleh dehh di selipin diemail akuh yahh, aku janji gak bakal menyebarkan kesiapapun kok, karna aku tau rasanya nyari ide, mengutarakan dalam tulisan itu susah kaya skripsi *curcol wkwk. Ini email ku yahh widyapramesti54@gmail.com . Aku sayang kamu pokonya wkwkwkwk. Udah ahhh ini komentar nyampah amat. Bye!!!
        widyapramesti54@gmail.com

        Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s