Single Parent [Chapter 44]

ohnajla || family, romance, friendship, drama || G || Chaptered

Cast: Suga aka Min Yoongi (BTS), Min Yoonjung (OC), Oh Sena (OC), Park Jimin (BTS), Kim Taehyung aka V BTS, Jung Hoseok aka J-Hope (BTS), Kim Do Yeon (Weki Meki),  Oh Sehun (EXO), other cameo

Chapter 1-5  Chapter 6-10

Chapter 11-15 Chapter 16-20

Chapter 21-25 Chapter 26-30

Chapter 31-35 Chapter 36-40

Chapter 41 Chapter 42 Chapter 43

***

aku kaget pas Yoongi nyanyi ppalganmat pas ngasih surprise birthday ke Taehyung haha

***

Yoongi kurang bersemangat hari itu. Setelah mengantar Yoonjung ke tempat kursusnya, dia pergi ke kantor. Itu pun terpaksa karena ia harus menghadiri meeting penting. Begitu meeting berakhir, dia langsung pergi ke rumah orangtuanya. Berharap dengan mengobrol dan meminum soju bersama ayah dan ibunya, perasaannya akan sedikit lebih baik.

Nyatanya, soju justru membuat semuanya makin parah.

Hanya satu yang dia inginkan.

Sena.

Tubuhnya limbung ke dalam pelukan Sena sesaat setelah pintu apartemen yang selalu dikunjunginya itu terbuka. Entah kenapa, rasanya seperti baru saja pulang ke rumah. Dia merasa nyaman dalam pelukan wanita muda yang terus bertanya ‘ahjussi baik-baik saja?’. Kepalanya terlalu pusing untuk menjawab dengan anggukan, tapi senyumnya mengembang saat mencium aroma tubuh Sena, rasanya seperti sedang melayang di langit ke tujuh.

Matanya berkedip lambat. Dia tidak sadar kapan Sena membopongnya, tahu-tahu dia sudah duduk di sebuah sofa, sendirian.

“Sena! Sena!”

Samar-samar dia bisa mendengar suara Sena, tidak yakin apa yang dibicarakannya, tapi Yoongi tahu Sena sedang tidak berada di dekatnya.

“Jangan tinggalkan aku sendirian! Yaa!

Sena yang sedang membuat minuman pereda mabuk di dapur tampak terburu-buru. Sejak awal mengenal Yoongi dia tidak pernah sekalipun dihadapkan pada kondisi mabuk pria itu, dan sekarang, dia bingung harus bagaimana karena Yoongi tidak biasanya berteriak padanya.

Alhasil karena Yoongi berteriak semakin keras, dia pun mempercepat pekerjaannya dan membawa minuman pereda mabuk itu pada Yoongi.

“Kemana saja kau ini?! Jangan jauh-jauh dariku! Bagaimana kalau sesuatu terjadi padamu dan aku tidak tahu? Duduk saja di sampingku! Diam di sini.”

Beruntung Sena sudah duluan menaruh minuman pereda mabuk itu di atas meja sebelum Yoongi menariknya paksa untuk duduk kembali di samping pria itu, jika tidak, mungkin minuman itu akan membuat pakaian mereka basah.

“Jangan kemana-mana … jangan tinggalkan aku sendiri … aku takut….”

Yoongi membuat Sena bingung. Pasalnya, baru beberapa detik lalu Yoongi marah-marah seolah ingin membunuhnya, dan sekarang tiba-tiba merengek seperti anak kecil yang meminta kasih sayang orangtuanya.

Setahunya, berdasarkan apa yang dilihatnya di drama, orang dewasa yang tidak biasanya minum dan tiba-tiba minum, itu artinya dia sedang mengalami suatu masalah. Jadi, apa Yoongi sedang ada masalah sehingga dia minum dan berakhir seperti saat ini? Masalah sesulit apa yang tengah dihadapinya itu?

Kedua alisnya terangkat saat Yoongi tiba-tiba menoleh. Ciuman secepat kilat di pipinya sukses membuat matanya membola. Dia langsung menyentuh bekas ciuman itu sambil menatap Yoongi tak mengerti.

Ahjussi….”

“…aku merindukanmu….” Satu kalimat itu akhirnya terucap, setelah beberapa menit hanya terdiam, dengan mata sayunya yang tak hentinya mengabsen setiap titik wajah Sena.

A-ahjussi….” Pipi Sena mulai memerah. Dia pun memilih melihat kakinya daripada membalas tatapan Yoongi. “Ke-kemarin kita sudah bertemu….”

“Hm. Padahal baru sehari, tapi aku sudah sangat merindukanmu sampai rasanya sulit sekali untuk bernapas.”

Sena kembali melihat wajah sayu Yoongi dalam jangkauan pandangnya. Satu pertanyaan yang muncul di pikirannya, kenapa kekasihnya begitu lelah dan sedih?

“Apa terjadi sesuatu?” tanyanya lembut. Dia berusaha untuk tidak kelihatan memaksa, meski hatinya ingin. Tangannya membelai pipi Yoongi yang terasa agak hangat.

“Haruskah aku menulis surat—”

“Hm?”

“—kurasa, satu kalimat tidak akan cukup untuk mengungkapkan perasaanku padamu.”

Sekali lagi Yoongi sukses membuat kedua pipi Sena merona. Seorang gadis yang telah kehilangan kegadisannya itu ingin kembali menghindari tatapan Yoongi namun tak diperkenankan. Wajah mereka justru semakin dekat. Sampai ia merasakan dirinya yang tengah terbuai akan sentuhan elektrik antara bibir mereka.

Cuddling with you would be perfect right about now.

Yoongi selalu menyukai saat-saat bersama Sena. Bahkan meski kepalanya masih sangat pusing efek dari soju, dia tetap bisa tersenyum melihat Sena yang mulai menggeliat tidak nyaman di sampingnya. Dikecupnya kening Sena saat Sena terbangun.

“Sore, Cantik. Tidurmu nyenyak?”

Sena tersenyum saat mendapati wajah Yoongi di lingkar pandangnya, kemudian mengangguk. “Sudah tidak merasa mabuk lagi, Ahjussi?”

Yoongi juga mengangguk. Ia menarget bibir Sena untuk diciumnya. “Terima kasih untuk penawar mabuknya.”

“Uh? Sudah diminum?”

“Maksudku, pelukanmu.”

Sena merona. Yoongi tersenyum geli dan lagi-lagi menarget wajah Sena untuk dipatuknya; dengan bibir.

“Taehyung belum pulang?” tanyanya saat menoleh ke pintu. Biasanya kalau anak spesial itu ada di sini, pasti akan langsung menengahi mereka. Merebut Sena dari pelukannya dengan seenak jidat.

“Sejak kemarin dia di rumah sakit.”

Wae?” Dahi Yoongi mengerut. “Dia sakit?”

“Menemani Jimin.” Entah hanya perasaan Yoongi saja, Yoongi mendengar sedikit keraguan saat Sena menyebut nama Jimin.

“Jimin kenapa?”

“Taehyung bilang, Ji—dia terserang hipotermia. Mungkin dia akan dirawat selama beberapa hari sampai suhu tubuhnya normal kembali.”

Terdengar bunyi ‘hm’ saat Yoongi mengangguk. “Jadi, kau hanya sendirian di sini?”

Ne, Taehyung hanya kemari untuk berganti baju.”

“Kenapa tidak bilang padaku kalau kau hanya sendirian? Tidurmu nyenyak kemarin?”

“Hm. Aku sudah terbiasa tidur sendirian. Sebelum Taehyung datang, aku selalu sendirian di sini.”

“Sekarang tidak lagi. Kau tidak akan sendirian lagi,” ujarnya sembari mengecup lembut dahi Sena setelah menyingkirkan poni yang menutupi.

Sena tersenyum, tampak malu, namun tidak biasanya ia tidak menghindari tatapan Yoongi. “Ini bahkan belum genap setahun kita saling mengenal.”

Yoongi tersenyum. “Jatuh cinta hanya butuh beberapa detik, terkadang.”

Ahjussi masuk dalam kategori itu?”

“Tidak. Aku bukan orang yang mudah jatuh cinta.”

“Kau perempuan kedua,” lanjut Yoongi sembari mengecup pipi kanan Sena.

Mereka saling diam setelahnya, tersenyum pada satu sama lain dengan makna yang cukup berbeda dari apa yang mereka lihat.

Hari itu berakhir gantung.

Yoongi tidak memberitahu Sena perihal ketidaksetujuan Yoonjung.

Dan Sena, memilih mengabaikan apa masalah Yoongi saat ini.

Ahjussi.”

Ahjussi!”

“Uh? W-wae?

Sena menghela napas. Untuk kesekian kalinya dia menangkap basah Yoongi sedang melamun. “Jangan makan sambil melamun, Ahjussi. Kau bisa tersedak.”

Yoongi yang sempat hilang konsentrasi, nyengir. Dia lantas mengambil gelas airnya, menegaknya setengah.

“Maaf, aku sedang memikirkan masalah di kantor.”

“Oh ya? Masalah apa itu? Apa berat?”

Yoongi menggeleng. “Hanya masalah kecil. Aku hanya ragu apakah Hoseok bisa menyelesaikannya dengan baik.”

Sena manggut-manggut, memilih mengakhiri topik itu. Ia menaruh sendoknya di atas meja lalu membersihkan bibirnya dengan tisu.

“Hm? Tidak dihabiskan?” Yoongi memandangnya heran. Sup yang dibuatnya masih tersisa sangat banyak, bahkan mungkin penuh.

“Maaf, Ahjussi, bukannya tidak enak. Sup ini enak sekali, sungguh. Tapi … bolehkah aku ke kamar mandi sebentar?”

Yoongi –yang masih bingung hanya mengiyakan saja. Sena lantas beranjak dari kursinya dan cepat-cepat masuk ke kamar mandi. Barulah Yoongi tahu kenapa, ketika mendengar gema suara orang muntah di sana.

Oh ya ampun, gara-gara memikirkan omongan Yoonjung dia jadi melupakan fakta kalau gadisnya sedang hamil. Dia buru-buru pergi ke asal suara. Mengambil semua rambut Sena, mengikatnya menggunakan tangan kirinya, sementara tangan kanannya digunakan untuk memijat pelan tengkuk Sena.

Dua menit kemudian mereka pindah ke wastafel. Kini tangan kiri Yoongi telah digantikan perannya oleh ikat rambut berwarna merah.

Yoongi memandang prihatin wajah pucat Sena dari pantulan cermin. Tanpa menunggu Sena selesai mengeringkan wajahnya dengan handuk, dia langsung memeluknya dari belakang. Dagunya bersandar di bahu mungil Sena, masih setia memandang wajah si gadis dari refleksi cermin.

“Tubuhmu panas.” Satu kalimat meluncur dari bibirnya. Ia mengeratkan pelukannya saat dirasa tubuh Sena sedikit bergetar.

Sena ikut memandang cermin. Diam, berusaha mengatur napasnya.

“Harusnya kau jujur saja kalau merasa mual. Maaf, seharusnya aku juga peka.”

Sena menggeleng pelan, mencoba mengulas senyum –meski berakhir seperti seringaian. “Tidak apa-apa, Ahjussi … aku … aku hanya tidak mau merusak selera makanmu saja hehe … maaf.”

Yoongi menyeka bulir keringat yang mengalir di leher Sena. Ia tahu, memuntahkan isi perut selama dua menit tidaklah mudah, terlebih tidak ada apa pun yang keluar selain air ludah. Yoongi merasa buruk karena tidak bisa membantu selain hanya berada di sampingnya, menahan rambut Sena supaya tidak terkena muntahan dan memijat tengkuknya supaya merasa lebih baik.

Yoongi mundur selangkah hingga punggungnya menabrak dinding kamar mandi dan membiarkan Sena bersandar penuh padanya. Sena sendiri yang kurang nyaman dengan posisi itu memilih untuk membalik badan. Ia terlalu lelah untuk tersenyum pada Yoongi sehingga tanpa basa-basi dia memeluk Yoongi erat, memberikan seluruh beban tubuhnya pada pria itu.

“Bagaimana kalau berbaring di kamar?” tawar Yoongi lembut, sambil mengusap pelan punggung Sena.

Sena menggeleng. “Terlalu banyak tidur membuatku pusing.”

“Kalau duduk?”

Lagi-lagi gadis itu menggeleng. “Biarkan begini sebentar saja, Ahjussi. Aku lelah.”

Yoongi pun menurut. Dia mendekap Sena erat, sesekali mencium telinganya. “Bilang kalau kau pegal berdiri.”

“Hm.”

tbc

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s