Swag Couple Series [#43 Yoonji (2)]

ohnajla || romance, schoollife, family || Teen || chaptered

Min Yoonji (OC), Park Jimin BTS , Jeon Jungkook BTS, Kim Taehyung BTS, other cameo

Swag Couple Series [#40 The End?]

#41 Yoonji (1) | #42 Jimin (1)

Park Jimin dan Min Yoonji kini bukan lagi sepasang kekasih. Namun mereka tak bisa benar-benar saling melupakan satu sama lain karena suatu hal. Takdir seperti sengaja membuat mereka untuk kembali bersatu. Akankah mereka kembali sebagai sepasang kekasih seperti semula atau justru semakin menjauh?

**

Sebagian besar siswa tampak sedang keluar dari gerbang di bawah sana. Jika dilihat dari rooftop, mereka tampak seperti semut yang menyebar keluar dari lubang tanah. Namun dari sekian puluh di antara mereka, siluet Jimin sama sekali tidak tampak.

Bahkan meski ia bukan kekasihku lagi, postur tubuhnya masih begitu teringat dalam benakku.

KLANG

Seseorang datang. Aku pun lekas menoleh dan mendapati sosok yang baru saja kubicarakan tengah menghampiriku. Ia tampak berbeda. Bukan, bukan karena fisiknya. Yang kumaksud di sini adalah sikapnya. Ia tampak sedang berusaha sebisa mungkin untuk tidak bertemu pandang denganku. Bahkan dengan canggungnya membuat jarak semeter di antara kami.

“Kau ingin bicara apa?” Dia bertanya dengan intonasi paling tidak meyakinkan yang pernah kudengar selama mengenalnya. Jangankan sambil menatapku. Aku sedikit ragu apakah ia menanyaiku atau palang pembatas rooftop di belakangku.

“Bagaimana kabarmu?”

Ia menatapku terkejut. Tapi tak lama kemudian kembali menghindari tatapanku. “A-aku baik. Kau?”

“Kau bisa lihat sendiri.”

Ia mengangguk.

Ssh, aku paling tidak suka situasi yang seperti ini.

“Bagaimana dengan Jihyun?”

“Dia … baik.”

Lagi-lagi intonasi itu. Mungkin ia bisa membohongi orang lain, tapi tidak denganku. Aku mengenalmu tidak sehari dua hari, Park Jimin.

“Aku melihat Jihyun tadi.”

“Benarkah?” Matanya membelalak lebar. “Di mana?”

Kujawab ia dengan kerutan di dahi. “Katamu dia baik.”

Kedua matanya bergerak ke sana-kemari dengan gelisah. “Di-di-dia … memang baik—”

“Aku melihatnya saat berangkat sekolah tadi. Bersama seorang pria dewasa. Dan kondisinya sedang mabuk parah. Percuma kau membohongiku kalau dia baik-baik saja.”

Skak mat. Tubuhnya membeku di tempat, sambil menatapku tak percaya. Setelahnya dia meraih tanganku. Menatapku gelisah. “Di mana kau melihatnya? Tolong beritahu aku.”

“Ikut aku.”

**

Aku baru menyadari seberapa besarnya rasa rindu yang terpendam dalam benak saat duduk bersandingan dengannya. No, bukan di pelaminan. Hanya di dalam bus.

Dalam jarak sedekat ini, dapat kurasakan aroma khas dan hangat tubuhnya yang sedikit menerpaku. Dia tidak berubah, masih Park Jimin yang kukenal. Dan jika dibandingkan dengan terakhir kali kami bertemu, dia sudah sedikit lebih berisi. Setidaknya ia tidak lagi terlihat seperti zombie kerempeng yang tidak makan selama berhari-hari.

Sayangnya perjalanan yang ditempuh sangat singkat. Dengan berat hati aku memberhentikan bus tepat di mana aku melihat Jihyun. Ia tampak kebingungan saat aku mengajaknya turun begitu saja.

“Di sini.” Kutunjuk tempat yang kami pijak padanya. “Aku melihatnya tadi pagi lewat sini dengan seorang pria.”

Ia tampak menolehkan kepalanya ke sana kemari. “Lalu ke arah mana mereka pergi?”

Aku pun menunjuk jalan di belakangnya. “Mereka pergi ke sana. Hanya itu yang kutahu.”

Dia memandang jalan yang membentang tepat dari sisinya. Agak lama dia tetap dalam posisi seperti itu, lantas ia menoleh padaku.

“Apa kau tahu siapa pria itu?”

Dengan sedikit menyesal, aku pun menggeleng. “Itu pertama kali aku melihatnya.”

Kupikir dia akan kecewa padaku. Nyatanya dia justru mengangguk, maklum. “Baiklah, tidak apa-apa. Ngomong-ngomong, terima kasih.”

Aku hanya mengangguk seadanya. Bahkan mungkin tidak bisa disebut anggukan yang serius karena fokusku hanya tertuju pada senyum canggungnya. Ia kemudian melambai, dan berjalan menuju arah yang kutunjuk.

Saking dibuat terlena akan senyum yang begitu kurindukan itu, diriku seperti tersentak saat menyadari dia sudah jauh di sana.

Ngomong-ngomong, itu bukan arah menuju rumahnya.

Jangan bilang dia akan mencari Jihyun detik ini juga?

“Park Jimin!”

^_^TBC^_^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s